Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Senin 30 Jan 2017, 14:48 WIB

Di Malaysia, Ojek Online Itu Ilegal

Dina Rayanti - detikOto
Di Malaysia, Ojek Online Itu Ilegal Ilustrasi, pengendara motor di jalan tol Malaysia (Foto: Rangga Rahadiansyah)
Kuala Lumpur - Lain padang lain ilalang. Jika di Indonesia, ojek online menjamur, Kementerian Transportasi di Malaysia tidak pernah mengeluarkan izin untuk taksi bermotor atau ojek online untuk melayani masyarakat di sana.

Dilansir Paultan, Senin (30/1/2017), perusahaan ojek online disana Dego Ride saat ini menawarkan layanan taksi online. Menteri Deputi Transportasi, Datuk Ab Aziz Kaprawi mengatakan layanan tersebut ilegal sesuai dengan aturan soal jalanan umum tahun 1987.

"Sejauh ini, tidak ada lisensi khusus yang diberikan ke pengendara taksi motor, jika melakukan bisnis tersebut, itu ilegal," kata Ab Aziz.

Sehingga bagi pengendara yang mengabaikan aturan tersebut nantinya bakal dituntut. Dego Ride ini mirip seperti layanan ojek online di Indonesia seperti Gojek, Grab Bike, atau Uber, yang menyediakan alternatif lebih cepat menembus kemacetan.

Si pengguna bisa menggunakan layanan taksi motor dari aplikasi pada ponselnya dengan biaya paling murah RM 2,50 atau sekitar Rp 7.500 untuk 3 km pertama dan RM 0,60 atau setara Rp 1.800 di km berikutnya. Layanan ini pertama kali dikenalkan pada November tahun lalu.

Tetapi, Ab Aziz menambahkan, pemerintah Malaysia hanya memperbolehkan layanan Uber dan Grab untuk mengoperasikan aplikasi pada ponselnya sesuai dengan peraturan yang akan diakukan di Parlemen pada 6 Maret mendatang.

Dia juga mengomentari soal calo-calo taksi yang mengganggu sopir Uber dan Grabd di Bandara International Kuala Lumpur.

"Uber dan Grab menggunakan aplikasi virtual, sehingga mengurangi calo karena tidak bisa sembarang sopir, mereka harus terdaftar," tambah Ab Aziz.


(dry/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed