Salah satu anggota tim Produk Desain Mobil Listrik Nasional, yang juga sebagai dosen Desain Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, bila nantinya kendaraan listrik sudah banyak berkeliaran di jalanan akan banyak dirugikan.
"Yang pasti dirugikan kalau mobil listrik jalan, yang udah terasa kayak yang dilakukan Elon Musk (bos tesla), industri komponen otomotif. Kedua industri migas, oli dan sebagainya terganggu pasti," ujarnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ambil contoh motor BBM yang paling sederhana, sekitar 800 komponen. Kalau mobil listrik di drivetrain-nya cuma ada batrei dinamo, atau elektrik powertrain, sama controler untuk charging discharging dan lainnya, udah cuma 3 komponen. Nah motor listrik dinamonya awet banget, artinya kalau kendaraan listrik nih jalan, otomatis platform industri manufaktur Indonesia berubah total. 800 supplier komponen tinggal 3," tambahnya.
Selain industri komponen otomotif, menurut Yannes produsen yang bergerak di bidang pelumas, bahan bakar, semua komponen yang ada pada kendaraan konvensional, sampai bengkel pun akan dirugikan.
"Bisnis pelumas hampir hilang, artinya banyak yang dirugikan banyak industri yang harus pindah haluan. Subsidi BBM bisa drop habis banget, semua komponen yang berhubungan dengan kendaraan konvensional hilang, jumlah komponen yang tadinya 800 jadi tinggal tiga. Artinya perusahaan tuh berubah. Lalu biaya maintenance, kita makin happy, hampir ga tau kapan terakhir maintenance engine, orang cuma dinamo, paling pas service rutin cuma rem, ban botak bocor, berubah total platform berubah total," tuturnya.
"Jadi mau tidak mau perusahaan-perusahaan tersebut ikut berubah atau akan punah," tutup Yannes.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...