Fakta Soal Kecelakaan Lalu Lintas Versi WHO

Fakta Soal Kecelakaan Lalu Lintas Versi WHO

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 28 Nov 2016 19:45 WIB
Fakta Soal Kecelakaan Lalu Lintas Versi WHO
Foto: Dok. WHO
Geneva - Kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok di berbagai negara. Sebabnya, kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di dunia.

Ini merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak. Kesadaran pengguna jalan, infrastruktur yang disiapkan pemerintah di suatu negara hingga faktor kendaraannya memegang peran penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis beberapa fakta soal kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Berikut faktanya.

1. Setiap tahun, 1,25 juta orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas

Foto: Dok. WHO
Setiap tahun, 1,25 juta orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Antara 20 dan 50 juta orang menderita luka-luka non-fatal, dengan banyak menimbulkan cacat akibat cedera mereka. Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian di antara semua kelompok usia. Dan kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian nomor satu di antara mereka yang berusia 15 sampai 29 tahun.

2. 90 persen kematian akibat kecelakaan lalu lintas terjadi di negara menengah

Foto: Dok. WHO
Setidaknya 90 persen kematian akibat kecelakaan lalu lintas terjadi di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Padahal, negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah hanya memiliki setengah dari jumlah kendaraan di seluruh dunia.

3. Kelompok pengguna jalan rentan kecelakaan

Foto: Dok. WHO
Pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor beserta penumpangnya secara kolektif disebut sebagai kelompok pengguna jalan yang rentan. Setidaknya 49 persen dari total korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas adalah pejalan kaki, pengendara sepeda dan sepeda motor. Proporsi pengguna jalan yang rentan itu lebih banyak berada di negara-negara berpenghasilan rendah.

4. Pengendalian kecepatan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas

Foto: Dok. WHO
Pengendalian kecepatan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas. Hanya 47 negara yang mewakili 13 persen dari populasi dunia yang memiliki hukum terbaik pada pengendalian kecepatan perkotaan sejalan dengan praktiknya.

5. Mengemudi usai mengonsumsi alkohol meningkatkan risiko kecelakaan

Foto: Dok. WHO
Mengemudi usai mengonsumsi alkohol meningkatkan risiko kecelakaan. Jika pengemudi memiliki konsentrasi alkohol dalam darah di atas 0,05 g/dl, risiko kecelakaan lalu lintas meningkat secara drastis. Hanya 34 negara, mewakili 1 miliar penduduk yang memiliki peraturan larangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol yang baik, sejalan dengan praktiknya.

6. Helm berkualitas baik mengurangi risiko cedera

Foto: Dok. WHO
Menggunakan helm berkualitas baik (untuk kendaraan roda dua) dapat mengurangi risiko cedera hingga lebih dari 70 persen. Menggunakan helm terbaik itu juga bisa menekan angka kematian kecelakaan lalu lintas sebesar 40 persen.

Hanya 44 negara, mewakili 17 persen dari populasi dunia yang memiliki hukum penggunaan helm sepeda motor terbaik sejalan dengan praktiknya. Peraturan terbaik itu meliputi kewajiban penggunaan helm untuk pengendara sepeda motor dan penumpangnya, untuk semua jenis mesin dan jalan, peraturan mengenai helm yang harus diikat, dan membuat referensi standar helm tertentu.

7. Sabuk pengaman untuk sopir dan penumpang kurangi risiko kematian

Foto: Dok. WHO
Menggunakan sabuk pengaman untuk sopir dan penumpang depan bisa mengurangi risiko kematian hingga 40-65 persen. Menggunakan sabuk pengaman juga mengurangi risiko kematian untuk penumpang belakang hingga 25-75 persen. Sebanyak 105 negara yang mewakili 67 persen penduduk bumi memiliki peraturan terbaik mengenai penggunaan sabuk pengaman baik untuk sopir, penumpang depan maupun penumpang belakang. Hal itu sejalan dengan praktiknya.

8. Kursi keselamatan bayi kurangi kematian

Foto: Dok. WHO
Kursi keselamatan bayi dan kursi anak dalam mobil bisa mengurangi kematian 54-80 persen ketika terjadi kecelakaan. Lebih dari 50 persen semua negara di dunia telah menerapkan peraturan tentang penggunaan kursi keselamatan anak dalam mobil.

9. Penanganan cepat

Foto: Dok. WHO
Penanganan cepat dengan kualitas terbaik terhadap korban kecelakaan bisa menyelamatkan nyawa korban. Cara yang paling efisien untuk mendapatkan respons darurat adalah melalui nomor telepon akses terpusat universal. Sebanyak 116 negara sudah menyediakan nomor akses universal untuk mendapatkan respons layanan darurat.

10. Keamanan kendaraan memainkan peran penting

Foto: Dok. WHO
Keamanan kendaraan memainkan peran penting dalam mencegah kecelakaan dan mengurangi kemungkinan cedera serius dalam tabrakan. PBB memberikan 7 peraturan kunci yang membantu memastikan kendaraan aman. Tapi, hanya 40 negara yang telah mengadopsi 7 peraturan kunci itu, 35 negara di antaranya adalah negara berpenghasilan tinggi. Sayangnya, kendaraan yang dijual di 80 persen negara di dunia gagal untuk memenuhi standar keselamatan dasar.
Halaman 2 dari 11
(rgr/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads