Donald Trump Menang Pemilu Amerika, Ini Prediksi Industri Otomotif

Donald Trump Menang Pemilu Amerika, Ini Prediksi Industri Otomotif

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 09 Nov 2016 16:09 WIB
Donald Trump Menang Pemilu Amerika, Ini Prediksi Industri Otomotif
Foto: Mark Wilson/Getty Images
Jakarta - Saat ini penduduk Amerika Serikat tengah melakukan pemilihan Presiden. Berdasarkan perhitungan terakhir, Donald Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton. Lalu bagaimana dampak untuk industri otomotif?

Dilansir CNBC, Rabu (9/11/2016), banyak yang mengatakan saat Donald Trump menang, akan menyebabkan lebih banyak volatilitas. Dan bisa mengganggu pasar negara lainnya, terutama di negara berkembang.

Berdasarkan MSCI (Emerging Markets Index) industri di berbagai negara masih mengalami perkembangan yang cukup baik, naik hampir 13 persen. Bahkan seperti di negara Brasil, Rusia dan Peru mengalami peningkatan naik lebih dari 70 persen. Namun banyak yang memprediksi jika Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, maka bisa mengubah hal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada bulan September, Citigroup merilis sebuah laporan yang mengatakan bahwa Indeks Emerging Market MSCI akan turun sekitar 10 persen jika Donald Trump menang, sebagian karena pasar mata uang akan melemah terhadap dolar AS.

Perhatian utamanya ialah langkah Donald Trump yang lebih ketat terhadap perdagangan dunia. Donald Trump mengatakan ia ingin menegosiasikan NAFTA dan TPP, hal ini bisa merugikan negara-negara berkembang yang menjual barang-barang mereka di Amerika Serikat.

Tidak mengherankan, Meksiko adalah salah satu negara yang paling merasakan dampak saat kemenangan Donald Trump. Mengubah NAFTA pasti akan menyakiti sejumlah sektor di Meksiko, seperti industri otomotif yang berkembang saat ini di Meksiko.

Karena Meksiko diharapkan mengalami peningkatan 56 persen dalam produksi kendaraan antara 2015-2020. Tapi terpilihnya Donald Trump diprediksi akan membuat Mexican Bolsa (bursa saham Meksiko), akan mendapat pukulan telak.

Wah semoga tidak berdampak kepada industri otomotif Indonesia ya. (lth/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads