Produksi 1 Truk Quester Butuh 15 Jam

Produksi 1 Truk Quester Butuh 15 Jam

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Selasa, 18 Okt 2016 18:27 WIB
Produksi 1 Truk Quester Butuh 15 Jam
Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Produsen truk asal Jepang, UD Trucks mulai membangun truk di Indonesia. Untuk proses pembuatan satu unit UD Trucks jenis Quester membutuhkan waktu sekitar 15 jam.

"Satu unit post by post itu membutuhkan take time 70 menit, kita ada 12 proses, artinya dari ujung ke ujung total bisa 15 jam," ujar Plant Division Head PT Gaya Motor, Hery Kustianto dalam peresmian pabrik di Sunter, Jakarta, Utara.

Namun, lanjut Hery menjelaskan saat ini masih membutuhkan waktu dua hari untuk produksi 1 unit. "Karena saat ini kita masih 1 shift, 1 shift itu delapan jam, kurang lebih jadi dua hari, dari mulai masuk sampai keluar," ungkap Hery.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk jumlah produksi, Hery mengatakan dalam sehari dapat memproduksi delapan unit. "Ya UD Quester, nah dari 8 unit itu kan kalau sebulan kan kali 20 jadinya 160 unit," tutur Hery.

Sedangkan kapasitas maksimum yang dipersiapkan sekitar 10 unit. "Inhole capacity yang kita persiapkan itu untuk 10 unit pershift, jadi kalau 2 shift 20 unit, kali 20 hari kerja bisa 400 unit sebulan," ujar Hery.

Saat ini PT Gaya Motor memiliki total 200 tenaga kerja untuk proses produksi. Untuk komponen, Hery mengatakan masih mengimpor dari Thailand. Dan untuk komponen lokal yang tersedia baru unit ban. "Tire sudah lokal. Yang lainnya akan menyusul proses lokalisasi lainnya," tambah Hery.

Sementara itu, Presiden Direktur GM Ari Mariano menambahkan, tahap awal dipergunakan memproduksi lima unit truk kelas berat, yaitu model Quester.

"Nantinya akan kami tingkatkan menjadi delapan unit per hari. Kalau kapasitas terpasangnya 200 unit per bulan," kata Ary di tempat sama.

Pabrik ini dibangun berkat kerja sama PT UD Trucks Indonesia dengan dua anak perusahaan PT Astra International (AI) Tbk, yaitu PT Thahja Sakti Motor (TSM), dan PT Gaya Motor. Namun, untuk masalah investasi bukan berasal dari UD Trucks, melainkan dari kedua anak perusahaan PT Astra International tersebut.

Presiden Direktur TSM Anton Kumara mengatakan, investasi yang dikeluarkan US$ 3 juta (Rp 39 miliaran). Yang bertujuan untuk membangun dan menambah jumlah tenaga kerja dan fasilitas.

"Kami hanya sebagai importir komponen kendaraan UD Trucks secara IKD (Incompletely Knocked Down). Sementara GM menjadi perakitnya," ujarnya.

Presiden Direktur UD Trucks Indonesia, Valery Muyard menambahkan dari total investasi US$ 1 juta (Rp 13 miliaran) digunakan untuk fasilitas. Sisanya US$ 2 juta (Rp 26 miliaran) digunakan memenuhi kebutuhan lain, seperti gudang, dan bangunan.

"Dasarnya US$ 3 juta, US$ 1 juta di fasilitas dan sisanya warehouse building dan everything," tambahnya.

Untuk target sendiri, PT Gaya Motor menargetkan 200 unit di produksi perbulannya, dengan jumlah karyawan 200 orang.


(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads