Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 01 Oktober 2016, 09:35 WIB

Motor Bodong Murah Dijual Lewat Facebook

Herianto Batubara - detikOto
Motor Bodong Murah Dijual Lewat Facebook Ilustrasi Foto: Masnurdiansyah
Bogor - Selama bulan September Polres Kabupaten Bogor gencar melakukan penindakan terhadap kendaraan tanpa surat kelengkapan alias bodong. Sebanyak 126 unit motor dan 1 unit mobil. Kendaraan itu ada yang dijual lewat Facebook.

"Dalam operasi terhadap kasus-kasus terkait curanmor, Polres Bogor telah memproses 6 tersangka pelaku curanmor (pemetik) dan 3 orang pelaku kasus penjual atau penadah curanmor," kata Kapolres Kabupaten Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (30/9/2016).

"Yang berbeda adalah selain merazia kendaraan bermotor bodong, Polres Bogor juga memproses 21 orang pengguna kendaraan bermotor bodong baik itu dilimpahkan ke Polres sesuai TKP curanmor yang tercatat di database atau ditangani sendiri untuk TKP-nya di di wilayah Bogor," sambungnya.

Dikatakan Dicky, diketahui modus operandi para pelaku curanmor di kabupaten Bogor ini 'memetik' kendaraan di wilayah Kabupaten Bogor dan menjualnya di daerah lain.

Lanjut Dicky, para pelaku curanmor ini akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan untuk para penadah dan pengguna akan dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Diketahui para pengguna membeli motor bodong dengan harga murah dari penadah. Mereka beli melalui media sosial seperti Facebook.

Dicky mengimbau agar masyarakat tidak membeli motor bodong yang harganya relatif murah. Dia menegaskan, polisi tidak akan segan-segan menindak tegas dan memasukkan para pembeli ini ke dalam kategori penjual atau penadah.

"Masyarakat yang akan membeli motor bekas diharapkan untuk mengecek terlebih dahulu nomor mesin dan nomor rangka Samsat untuk memastikan apakah motor tersebut sudah diblokir karena tindakan kejahatan atau tidak," ucapnya.

Diharapkan Dicky, dilakukannya proses hukum terhadap pengguna motor bodong ini dapat memberi efek deteren bagi masyarakat lainnya yang masih belum menggunakan motor bodong.

"Pasaran motor bodong menjadi kecil dan efeknya secara tidak langsung dapat mengurangi angka pencurian kendaraan bermotor dikarenakan pemetik akan kesulitan untuk memasarkan atau menjual kendaraan bermotor bodong hasil curiannya," ucapnya.

Lanjut Dicky, selama satu bulan terakhir, Polres Bogor telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Baik itu melalui spanduk, media sosial, media massa, bahkan penyuluhan melalui Kapolsek di jajaran Polres Bogor dan Bhabinkamtibmas.

"Sosialisasinya bahwa menggunakan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat yang sah atau bodong adalah perbuatan melanggar hukum," ujarnya.

Dicky menambahkan, hasil pengungkapan kendaraan motor ini akan diumumkan melalui website Polres Bogor. Bagi masyarakat yang kehilangan motor bisa mengambilnya di Polres Bogor dengan membawa BPKB dan surat bukti laporan kehilangan.

Dicky mengimbau, bagi masyarakat yang merasa membeli kendaraan bermotor bodong agar menyerahkan secara sukarela kendaraannya ke kantor polisi.

"Saya tekankan, yang menyerahkan motor tersebut secara sukarela tidak akan diberikan sanksi," imbuhnya. (hri/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +