Pelumas Bukan Hanya Sebuah Minyak, tapi Juga Teknologi

Serba-serbi Oli Kendaraan

Pelumas Bukan Hanya Sebuah Minyak, tapi Juga Teknologi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 19 Sep 2016 07:52 WIB
Pelumas Bukan Hanya Sebuah Minyak, tapi Juga Teknologi
Foto: PT Pertamina Lubricants
Jakarta - Beberapa produsen pelumas mungkin menawarkan oli dengan spesifikasi yang mirip dengan produsen pelumas lainnya. Tingkat kekentalan (SAE) dan unjuk kerja (API) sebuah pelumas bisa dibuat sama.

Lebih dari itu, ternyata performa pelumas buatan satu produsen dengan produsen lainnya bisa berbeda-beda. Ada pelumas yang benar-benar bisa merawat mesin, atau bahkan ada pelumas yang perlahan bisa menggerus kinerja mesin.

Pelumas terbaik adalah yang bisa merawat mesin, tidak menggerus kinerja mesin. Seperti diberitakan detikOto sebelumnya, pelumas yang bisa merawat mesin membutuhkan formulasi yang tepat, bahan baku yang bagus dan pengujian komprehensif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna mengatakan, pelumas bukan hanya sebuah minyak yang membantu kinerja mesin. Lebih dari itu, pelumas adalah sebuah teknologi.

"Kita sampai detail gimana caranya menyeimbangkan supaya bahan-bahan aditif tidak saling menyerang. Ini yang dibilang teknologi. Akhirnya nanti bisa dilihat di mesin. Untuk beberapa konsumen mungkin itu adalah sebuah merek, tapi buat kami di sini itu adalah benar-benar suatu hasil riset dan pengujian yang komprehensif," kata Mia kepada detikOto.

Untuk itu, pelumas yang mampu melindungi dan merawat mesin perlu diuji berulang kali. "Nah, kita punya lab di sini untuk memastikan kita memasukkan bahan-bahan aditif yang saling mendukung, tidak saling menghancurkan dan dalam jumlah rasio yang terbaik," kata Mia.

Untuk diketahui, di dalam pelumas ada beberapa bahan aditif. Beberapa di antaranya adalah detergen yang sifatnya menjaga kebersihan mesin, antiwear yang membuat mesin tidak aus, friction modifier untuk mengurangi gesekan permukaan bagian yang dilumasi dan masih banyak lagi. Menurut Mia, ada bahan-bahan aditif pada pelumas yang sifatnya saling menyerang jika formulasi pencampurannya tidak tepat.

"Kalau kita bicara pelumas mesin, banyak aditifnya. Segala macam aditif dimasukin di sana. Bahan aditif sebenarnya dipakai semua pelumas, tinggal gimana membungkusnya, gimana memformulasikannya. Detergen itu cara kerjanya begitu dia masuk mesin dia langsung mencari logam, karena dia polar. Masalahnya adalah yang suka dan harus melindungi mesin itu juga adalah antiewar/anti aus. Idealnya, antiwear rukun sama detergen. Jadi pada saat bersamaan mesinnya bersih dan tidak aus. Tapi kalau salah formulasi, detergen kalah karena antiwear terlalu kuat, akhirnya yang menempel adalah kotoran. Kalau ada friction modifier yang sangat kuat, detergen tidak bisa bekerja, mesinnya jadi kotor. Kalau detergen terlalu kuat, detergennya bisa mengusir semuanya, sehingga mesinnya bersih tapi aus semua. Kecuali kalau formulasinya benar-benar seimbang supaya antar bahan aditif tidak saling menyerang," jelas Mia.

Mungkin Anda sulit mengetahui pelumas yang digunakan itu diformulasikan secara tepat atau tidak. Sebab, secara fisik antara pelumas merek satu dan lainnya bisa terlihat sama dengan spesifikasi SAE dan API Service yang sama.

"Misalnya ada air mineral, secara fisik terlihat sama-sama saja. Tapi coba minum, bandingkan dengan air mineral yang lebih murah, kalau diminum mungkin rasanya agak berbeda. Itu lah performance. Pelumas yang spesifikasi sama, bisa jadi performance-nya beda. Spek-nya sama misalnya API SL, sama-sama SAE 10W-30, tapi begitu dites berbeda. Saat dipakai di mesin, ada yang menimbulkan kerak dan sebagainya," kata Mia.

Otolovers punya pertanyaan seputar oli kendaraan? Kirim saja pertanyaannya melalui email ke redaksi@detikoto.com (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads