Jumat, 16 Sep 2016 12:53 WIB

Serba-serbi Oli Kendaraan

Seperti Apa Pengujian Pelumas Kendaraan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jakarta - Produsen pelumas, Pertamina Lubricants memiliki laboratorium khusus untuk menguji pelumas-pelumasnya. Dari sana, performa dan kualitas pelumas bisa diuji.

Sebelum dipasarkan, pelumas pertamina mengalami beberapa macam pengujian. Di antaranya adalah pengujian bench test yaitu diuji di alat yang mensimulasikan kondisi sesungguhnya, kemudian pengujian engine test dan pengujian dengan menjalankan mobil di kondisi sesungguhnya.

Di bench test, terdapat alat-alat canggih yang membuktikan bahwa pelumas yang dikembangkan memiliki performa yang baik. Salah satunya adalah alat untuk menguji oksidasi.

"Kita punya alat uji oksidasi untuk mesin dan untuk hidrolik, mungkin 6-7 alat tes oksidasi," kata Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna kepada detikOto saat ditemui di Lubricant Product Development Laboratory Depot BBM Pertamina Plumpang, Jakarta.



Lalu, ada juga alat untuk menguji seberapa baik pelumas bekerja mengurangi gesekan mesin. "Ada alat untuk menguji gesekan, jadi menggesekkan satu logam dengan logam lain, kemudian bisa dilihat hasilnya.

Kemudian ada alat untuk menguji viskositas (tingkat kekentalan) pelumas. Untuk pelumas kendaraan, diuji seberapa bagus pelumas mengalir ketika dalam kondisi suhu tertentu.

"Alat untuk menguji viskositas. Kalau di temperatur dingin dia ga terlalu kental, kalau di temperatur panas dia ga terlalu encer. Ukurnya dari alat Cold Cranking Simulator. Kita ngetesnya macam-macam, bisa di suhu -30 derajat, -25 derajat, -20 derajat tergantung W-nya. Kalau Enduro Matic 10W-30 itu dites di -25 derajat. Artinya begitu di-start mesinnya, olinya masih mudah mengalir, karena di -25 derajat saja dia masih bisa mengalir," jelas Mia.

Menurut Head R&D Laboratory Lubricant Business Unit Pertamina Agus Yugi Laude, di laboratorium Pertamina di Plumpang terdapat hingga 70 alat pengujian. Itu semua bisa digunakan untuk pengujian pelumas mesin, pelumas turbin sampai specialist oil.



"Alat-alat yang ada di sini khusus untuk (menguji) performance atau unjuk kerjanya. Berbagai macam pelumas diuji di sini," kata Agus.



Di luar bench test, terdapat engine test yaitu pengujian pelumas yang dijalankan di mesin kendaraan yang dipasang di alat dyno. Di alat dyno itu, mesin bisa menyala tanpa jalan kendaraannya.



Untuk pengujian pelumas mobil, mesin dicopot dan unit mobilnya dan dipasang ke alat dyno. Mesin yang terisi pelumas baru dinyalakan nonstop selama 200 jam dengan putaran 3.500 rpm. Dan setiap 20 jam sekali kondisi oli dicek.



Sementara pelumas motor diuji di sepeda motor yang dijalankan di atas alatdyno. Motor dijalankan di atasdyno selama 48 jam dengan kecepatan 80 km/jam.
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com