Beberapa lainnya fanatik pada merek pelumas tertentu. Ada pula yang berpendapat bahwa semua pelumas sama saja selama dalam digunakan tidak dalam kondisi ekstrem.
"Yang paling penting adalah pelumas yang dipilih mampu melindungi mesin sehingga mesin tetap terawat," jelas Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna saat ditemui di Lubricant Product Development Laboratory di area Pertamina Plumpang, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penilaian yang terbaik sebenarnya harus didasarkan pada kondisi komponen mesin. Masalahnya sangat jarang ada pengguna pelumas membongkar mesin dan menilainya", jelas Mia.
"Fungsi utama pelumas adalah untuk melindungi mesin. Apabila dalam desain suatu pelumas hanya difokuskan pada ukuranβukuran seperti akselerasi atau mendinginkan mesin, maka akan ada efeknya terhadap kemampuan perlindungannya. Pengujian pelumas yang dilakukan pabrikan mesin pun fokus penilaian kemampuan melindungi mesin dalam berbagai beban dan kondisi, bukan hanya soal akselerasi atau dinginnya mesin," tambahnya.
Mia juga menjelaskan berbagai aditif yang memang bisa menurunkan tingkat gesekan dan menaikan akselerasi, namun jika digunakan dengan tidak cermat, justru menambah keausan. Karenanya peracik pelumas juga harus memastikan racikannya sudah pas dan optimal.
"Ibarat masakan, jika kebanyakan garam pasti juga tidak enak," ujarnya.
Untuk memastikan racikan sudah pas, peracik pelumas tentu mau tidak mau harus mengujinya. Mesin harus dibongkar dan komponen-komponen mesin harus dinilai dengan cermat sesuai standar industri yang ada.
"Pertamina sangat serius dalam mengembangkan produk pelumasnya. Fasilitas pengujian kami diakui sebagai salah satu yang terlengkap. Semua produk kami harus lulus uji berlapis β lapis sebelum dipasarkan," tambah Mia.
Mia mengakui bahwa biaya pengujian pelumas tidak murah, sehingga tidak semua produsen pelumas mau melakukannya.
Banyak merek hanya mencampur bahan baku dan mengemasnya, lalu membuat klaim untuk mendukung keberhasilan marketing, tanpa didasari pengujian yang menyeluruh. Karena itu Mia menyarankan agar konsumen mengenal produsen pelumasnya sebelum mempercayakan perawatan mesinnya pada merek tertentu.
"Kenali kredibilitas dan kemampuannya dalam mengembangkan pelumas," tambah Mia. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...