Namun tidak demikian dengan Bajaj yang ada di India. Bajaj yang ada di India dilengkapi dengan Wifi, AC, dan juga argo. Ini bisa jadi alternatif conth agar keberadaan Bajaj di Jakarta tetap eksis.
"Di India bajaj pake Wi-fi, AC, dan argo sebetulnya kita bisa jadi kalau mau tidak menghapus ada 2 pilihan yaitu kembangkan Bajaj kayak di India dan atau bentuknya dimodifikasi dengan angkutan barang sehingga bisa menjadi angkutan serbaguna kayak di Surabaya," kata Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas dalam diskusi dengan wartawan otomotif di Jakarta.
Dengan beralih fungsi menjadi angkutan barang, bajaj dinilai akan lebih bermanfaat. "Jadi mengakomodasi orang dan barang dengan kapasitas kecil tapi bisa mengganti fungsi becak, kalau ojek kan cuma berdua kapasitasnya," tutur Darma.
Sebetulnya pernah terpikir oleh pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Bajaj seperti di India untuk angkutan pedesaan namun aturan yang keluar justru malah kebijakan mobil murah atau LCGC.
"Mantan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) waktu itu pulang dari India mendorong Kementerian Perindustrian untuk mengembangkan angkutan pedesaan mungkin 2012 saya nggak tau persis dan kemudian didorong lahir perpres tentang mobil murah itu tapi di Perpres nggak menyinggung soal angkutan pedesaan tapi yang ada adalah LCGC," jelas Darma. (dry/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya