Mazda Motor Indonesia (MMI) menganggap, wacana ini akan menjadi peluang yang bagus. Segmen sedan yang saat ini sedikit melempem akan kembali tumbuh.
"Sebenarnya saat ini market sedan tidak jalan karena simply masalah regulasi. Kebetulan memiliki beberapa tax (pajak) yang sifatnya kurang kompetitif dibanding segmen lainnya. Kalau misalnya memang disetujui dan pajaknya jadi turun dan menjadi balance ini peluang yang bagus," kata Senior Marketing Manager MMI, Astrid Ariani Wijana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi pula secara global sebenarnya segmen yang globally accepted atau volume maker itu ya sedan, tapi hanya di Indonesia saja yang sangat spesifik, justru bukan sedan yang bagus, simply karena pajak yang tinggi," ujar Astrid.
"Kayak kita punya Mazda6, kalau ternyata pajak Mazda6 jadi turun, tentunya kami akan ikut happy. Karena kan segmen sedannya jadi menggeliat. Brand-brand lain pun tidak sedikit yang punya sedan," ucapnya.
Gaikindo berharap PPnBM sedan akan setara dengan PPnBM minibus yakni sebesar 10 persen. Apalagi, segmen hatchback yang sejatinya dikembangkan dari basis sedan memiliki PPnBM 10 persen dan dianggap minibus.
Beberapa waktu lalu, Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto mengatakan, PPnBM sedan yang terbilang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa industri otomotif Indonesia masih kalah dengan Thailand. Sebab, Thailand sudah menjadi basis produksi sedan, SUV, hingga pikap kabin ganda yang diserap di pasar global.
"Karena dunia permintaannya sedan, SUV, crossover. Itulah Thailand majunya. Karena Thailand produksinya MPV iya, sedan iya, pikap ada, SUV ada," ujar Jongkie. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!