Section Head Sales & Marketing Outboard PT SIS, Leo Wijaya menegaskan, mesin 4-tak jauh lebih ramah lingkungan daripada mesin 2-tak. Bahkan, di beberapa negara mesin OBM 2-tak sudah dilarang digunakan.
"Di Eropa, Australia dan Singapura, mesin 2 tak sudah dilarang. Karena bisa merusak lingkungan," kata Leo di Tanjung Benoa, Badung, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan menggunakan mesin 4-tak bisa menjaga kelestarian lingkungan. Karena 4-tak jauh lebih ramah lingkungan," sebut Sri Handayani.
Memang, banyak orang yang menilai bahwa harga jual mesin 4-tak lebih mahal dibanding mesinn 2-tak. Mesin OBM 2-tak dibanderol Rp 134.700.000. Sementara mesin 4-tak Suzuki Rp 192.400.000. Selisih harga Rp 57.700.000.
Tapi, setelah digunakan, harga operasional mesin 4-tak lebih hemat. Sebab, mesin 4-tak lebih irit bahan bakar dan tidak menggunakan campuran oli untuk bahan bakarnya.
"Kalau mesin 2-tak kan menggunakan bensin plus oli campuran. Sementara 4-tak pakai bensin murni," kata Sri Handayani.
Dia memberikan simulasi hematnya penggunaan mesin 4-tak dibandingkan mesin 2-tak dalam penggunaan kapal selama 1,5 bulan dengan pemakaian 5 jam/hari, perbandingan oli campur dan bensin 1:50 pada mesin 2-tak dan ganti oli mesin pada 20 jam pertama, selanjutnya tiap 100 jam pada mesin 4-tak.
Hasilnya, mesin 2-tak menghabiskan biaya untuk bensin Rp 126.663.750 dan oli campur Rp 16.402.500. Artinya, total pengeluaran selama 1,5 bulan sebesar Rp 143.006.250.
Sementara mesin 4-tak mengeluarkan biaya bensin Rp 78.187.500 dengan tambahan oli mesin Rp 1.680.000. Totalnya hanya Rp 79.867.500.
"Artinya, mesin 4-tak bisa menghemat 63.198.750," kata Sri Handayani.
Meski terbilang irit, Sri Handayani mengklaim, mesin 4-tak tetap bertenaga. Akselerasi mesin OBM Suzuki DF200A dari 0-100 meter hanya butuh waktu 11 detik. Dan, mesin 4-tak juga lebih ramah lingkungan. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk