Seperti diberitakan Carsguide, Jumat (11/12/2015), Ford mengatakan, akibat kejadian ini tidak diperlukan recall untuk SUV Everest maupun Ranger. Sebab, pabrikan asal Amerika Serikat itu menegaskan, penyebab terbakarnya Ford Everest yang diuji wartawan News Corp Australia bernama Peter Barnwell adalah karena baterai telah diganti di Thailand.
"Kami yakin ini bukan kegagalan sistematik, atau cacat desain, atau sesuatu yang telah terjadi melalui perakitan kendaraan. Ini adalah hal yang disayangkan bahwa seseorang telah melakukan kesalahan. Kami telah menemukan ada kasus lain dan kami pikir itu sangat tidak mungkin," kata Pakar Keamanan Ford Australia, Andy Cooper.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Percikan api ada karena terminal yang longgar menyebabkan resistensi yang tinggi dalam sistem listrik. Hal itu menghasilkan panas.
Cooper mengatakan, saat ini banyak yang ingin menambah kapasitas kelistrikan pada baterai di mobil moden. Para ahli mengatakan, Everest yang terbakar ini adalah peringatan tentang pentingnya kapasitas batera yang sudah ditetapkan pabrikan di mobil modern.
"Mobil saat ini adalah komputer di atas roda. Pengemudi harus memastikan bahwa baterai benar dipasang, dan tidak akan merusak mesin komputer dan sistem listrik," kata Insinyur Kendaraan di Asosiasi Pengemudi dan Jalan Nasional Australia, Jack Haley. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk