Ford: Everest Terbakar di Australia Karena Sambungan Baterai yang Longgar

Ford: Everest Terbakar di Australia Karena Sambungan Baterai yang Longgar

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 11 Des 2015 13:45 WIB
Ford: Everest Terbakar di Australia Karena Sambungan Baterai yang Longgar
Foto: news.com.au
Sydney - Beberapa waktu lalu, Ford Everest model tahun 2016 yang sedang diuji salah satu jurnalis otomotif Australia terbakar. Kini, Ford Australia sudah memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab terbakarnya Ford Everest tersebut.

Seperti diberitakan Carsguide, Jumat (11/12/2015), Ford mengatakan, akibat kejadian ini tidak diperlukan recall untuk SUV Everest maupun Ranger. Sebab, pabrikan asal Amerika Serikat itu menegaskan, penyebab terbakarnya Ford Everest yang diuji wartawan News Corp Australia bernama Peter Barnwell adalah karena baterai telah diganti di Thailand.

"Kami yakin ini bukan kegagalan sistematik, atau cacat desain, atau sesuatu yang telah terjadi melalui perakitan kendaraan. Ini adalah hal yang disayangkan bahwa seseorang telah melakukan kesalahan. Kami telah menemukan ada kasus lain dan kami pikir itu sangat tidak mungkin," kata Pakar Keamanan Ford Australia, Andy Cooper.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan, satu dari enam kabel di baterai tidak terletak baik di bawah baut. Ini menyebabkan kendaraan untuk mengirim peringatan palsu pada instrumen cluster, menonaktifkan sistem kunci sentral dan akhirnya memicu kebakaran.

Percikan api ada karena terminal yang longgar menyebabkan resistensi yang tinggi dalam sistem listrik. Hal itu menghasilkan panas.

Cooper mengatakan, saat ini banyak yang ingin menambah kapasitas kelistrikan pada baterai di mobil moden. Para ahli mengatakan, Everest yang terbakar ini adalah peringatan tentang pentingnya kapasitas batera yang sudah ditetapkan pabrikan di mobil modern.

"Mobil saat ini adalah komputer di atas roda. Pengemudi harus memastikan bahwa baterai benar dipasang, dan tidak akan merusak mesin komputer dan sistem listrik," kata Insinyur Kendaraan di Asosiasi Pengemudi dan Jalan Nasional Australia, Jack Haley. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads