Mengintip Produksi Pelek Chemco dan Rem Nissin

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 03 Des 2015 18:06 WIB
(Foto: Luthfi-detikOto)
Karawang -

Siapa yang tidak mengenal ketangguhan sistem rem dari Nissin? Dijamin Otolovers sudah sangat mengetahui ketangguhannya. Nissin juga ada yang diproduksi di Indonesia.

Di bawah PT Chemco Harapan Nusantara, Manufacturer of Brake System & Alumunium Parts, Nissin sudah diproduksi di Indonesia sejak 1989, di Karawang Timur Jawa Barat, setelah melakukan join future dengan Nissin Kogyo Co., Ltd.

"PT Chemco Harapan Nusantara, pertama kali berdiri sejak 1984 di Indonesia. Hingga saat ini kami sudah mempekerjakan sebanyak 4.300 pekerja," kata Plant Manager, PT Chemco Harapan Nusantara, Albert Arianto Budiman, di Karawang, Kamis (3/12/2015).

Selain memproduksi rem Nissin, rupanya Chemco juga ikut memproduksi pelek motor Chemco dan pelek mobil. Bahkan khusus pelek mobil, pelek mobil yang kerap dinamai Enzo, dan Dezent ini memiliki berkualitas internasional dan kerap diekspor ke Eropa.

Bayangkan saja, Chemco bisa mengeksport pelek mobil hingga 450 ribu pelek dengan ukuran ring 14 hingga 18 di 2015. Hal itu disampaikan General Manager Gede Agus Payajana, PT Chemco Harapan Nusantara.

"Untuk pelek mobil saat ini kami hanya untuk ekspor terlebih dahulu, kami memenuhi kebutuhan after sales untuk pasar Eropa. Selain kami memenuhi sebagai pelek OEM," kata Gede.

"Selain itu dari total produksi pelek Chemco 80% untuk kebutuhan OEM dan sebanyak 20% untuk aftermarket di indonesia," tambahnya.

Dirinya menambahkan hingga saat ini PT Chemco Harapan Nusantara, sudah dipercaya untuk menyediakan berbagai part hingga pelek untuk pabrikan roda dua seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan Nissin sendiri. Sedangkan untuk mobil, Chemco dipercaya untuk memenuhi kebutuhan Honda, Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, Hino, Isuzu, dan Hyundai.

"Pabrik kami ada 2, satu pabrik di Cikarang dan Karawang. Pabrik Cikarang berfungsi untuk memproduksi kaliper, sedangkan pabrik yang berada di Karawang untuk memproduksi pelek dan part-part lainnya," ujarnya.

"Untuk kapasitas produksi pabrik kami di Karawang bisa sampai 1 juta pelek. Tahun lalu kapasitas produksi kami terpakai hingga 85 persen yang terpaka, dan memproduksi hingga 850 ribu pelek. Namun karena perekonomian yang sulit di tahun ini, kapasitas produksi kami hanya mencapai 60 persen atau produksi 1 hari mencapai 2.000-2.500 pelek," tambahnya.

(lth/rgr)