Dikutip dari science mag, Jumat (6/11/2015) hampir 20 tahun sudah Cambridge menggodok untuk bisa melahirkan baterai lithium ion untuk kendaraan listrik, dan kini teknologi ini sudah memasuki babak akhir.
Baterai terbaru untuk mobil listrik ini bakal disapa 'Lithium air Batteries'. Yakni sebuah teknologi terbaru dengan menciptakan tegangan listrik dengan udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan tenaga baterai lithium ion air (udara) ini akan 10 kali lebih bertenaga dibandingkan dengan baterai lithium ion terbaru saat ini. Akan tetapi baterai lithium ion udara ini memiliki sistem pekerjaan yang lebih sulit, dan belum stabil.
Namun hal ini langsung dibantah peneliti Cambridge, dengan memecahkan permasalahan stabilitas dengan menggunakan 'fluffy' carbon elektrode yang terbuat dari graphene.
Hasilnya dikatakan baterai ini akan memiliki kepadatan energi yang mirip dengan bensin, akan memiliki ketangguhan yang sama seperti mesin bensin. Sehingga rasa takut akan jarak tempuh, bobot yang lebih berat, berperforma rendah, tidak ada lagi.
Sayangnya, para peneliti Cambridge ini belum bisa membeberkan teknologi terbaru mereka ini. Karena baterai ini akan benar-benar siap dalam 1 dekade lagi. Karena dikatakan pada tingkat tertentu pengisian baterai ini membutuhkan oksigen murni bukan hanya udara biasa untuk beroperasi.
"Apa yang kami raih ini sebuah kemajuan yang signifikan, untuk teknologi ini, dan menunjukkan sesuatu yang baru untuk penelitian. namun kami belum memecahkan semua masalah yang melekat untuk kimia ini, namun hasil yang kami lakukan menunjukkan rute maju menuju lahirnya perangkat yang lebih praktis," kata Profesor Departemen Kimia Universitas Cambridge Clare Grey.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu