βKalau bicara soal dampak terhadap pasar mobil impor, tentunya sudah pasti ada, karena PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) kan tahun lalu sudah naik dari 75 menjadi 125 persen. Nah sekarang ada lagi kenaikan tarif bea masuk lagi,β tutur General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/7/2015).
Menurut Adrian, dengan dikereknya tarif bea masuk impor mobil itu, pasar mobil terutama mobil impor akan semakin lesu. Namun, dia melanjutkan, dampak yang paling besar sebenarnya bukan pada semakin lemahnya pasar, tetapi persepsi tentang perekonomian Indonesia di mata investor asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, kata Adrian, saat ini sejatinya Indonesia dilirik investor asing setelah perekonomian Eropa lesu karena dipicu krisis di Yunani dan melemahnya perekonomian Turki. Banyak sekali dana dari kawasan itu yang ingin disalurkan ke Asia dan sebagian ke Amerika.
Namun, investor itu akan kembali bersikap menunggu jika kebijakan perpajakan terus mengalami perubahan. Terlebih perubahan itu berisi kenaikan tarif bea masuk impor.
βKalau mobil kan kecil impornya, Lexus saja penjualan setiap tahunnya sekitar 600 unit. Jadi, bagi kami yang penting bukan dampaknya ke pasar, tetapi kontraproduktif terhadap perekonomian nasional,β ucap Adrian.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk