Pengemudi Remaja Membuat Semua Orang Berisiko Alami Kecelakaan

#nodrivingunder17

Pengemudi Remaja Membuat Semua Orang Berisiko Alami Kecelakaan

Arif Arianto - detikOto
Senin, 13 Jul 2015 10:59 WIB
Pengemudi Remaja Membuat Semua Orang Berisiko Alami Kecelakaan
Washington - Yayasan untuk Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat, AAA, beberapa waktu lalu meliris laporan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pengemudi mobil berusia remaja. Berangkat dari data temuannya, yayasan ini berharap orangtua dan pembuat kebijakan mendorong lahirnya aturan yang ketat bagi pengemudi remaja.

Disebutkan, sepanjang 1999 - 2013 lalu 371.645 orang terluka dan 2.927 di antaranya tewas akibat kecelakaan yang melibatkan pengemudi usia remaja.

"Tingkat kecelakaan yang melibatkan pengemudi remaja lebih tinggi dibanding pengemudi kelompok usia lainnya," kata Peter Kissinger, Presiden dan CEO dari Yayasan AAA seperti dilansir News Room AAA, Senin (13/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan studi itu menganalisa data kecelakaan yang melibatkan pengemudi berusia 15 – 19 tahun. Mirisnya, korban kecelakaan akibat ulah pengemudi remaja tersebut justru orang lain, baik pengemudi mobil lain atau pejalan kaki dan pesepeda yang melintas di dekat mobil yang dikemudikan para remaja.

Data menunjukkan, dalam kecelakaan yang melibatkan pengemudi remaja 66 persen tewas, dari jumlah kejadian 667 persen luka-luka.

Dari jumlah yang terluka itu 50 persen dari mereka berada di kendaraan lain, 17 persen berada di mobil yang dikemudikan oleh remaja tersebut karena bertindak sebagai penumpang, dan 2 persen lainnya pejalan kaki, dan pesepeda.

Adapun mereka yang tewas, hampir 30 persen berada di mobil lain atau menjadi korban tabrakan mobil yang dikemudikan remaja, 27 persen penumpang di mobil para remaja, dan 10 persen non pengendara, yakni pejalan kaki dan pesepeda.

Sementara sepanjang 2013 saja, menurut laporan Fatality Analysis Reporting System, sedikitnya 220 orang pengemudi remaja dan penumpang tewas karena kecelakaan selama musim panas. Jumlah tersebut meningkat 43 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Setiap orang memiliki hak untuk untuk menjaga pengemudi remaja agar mengemudi secara aman bagi semua orang,” tutur Direktur Hubungan Masyarakat dan Pemerintah AAA, Jennifer Ryan.

Dia menyebut data tentang bahaya yang diperoleh yayasan seyogyanya menjadi pendorong bagi orangtua dan para pembuat kebijakan untuk mendorong lahirnya aturan yang ketat bagi pengemudi remaja.

Yayasan AAA yang sudah bertahun-tahun melakukan advokasi kepada para pngemudi, berharap aturan tersebut juga dikaitkan dengan tingkat kelulusan seseorang dalam memperoleh surat izin mengemudi. Hal ini dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan.

(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads