Seperti diwartakan Automotivenews, Jumat (26/6/2015), pria berusia 49 tahun itu menyatakan pihaknya kini tengah mencari cara untuk membantu korban dari airbag buatannya. Cara itu termasuk menggalang dana untuk membantu para korbam.
"Saya minta maaf karena tidak bisa berkomunikasi secara langsung sebelumnya, dan juga meminta maaf untuk orang-orang yang meninggal atau terluka," kata Takada. "Saya merasa kasihan kepada mereka, karena produk kami menyakiti pelanggan, meskipun fakta bahwa kita adalah pemasok produk keselamatan,β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, yang tak kalah banyaknya adalah penarikan yang dilakukan oleh Honda Motor Company. Sedikitnya delapan pengguna mobil Honda tewas akibat airbag Takata yang mengembang berlebihan dan meledak yang serpihan komponen didalamnya melukai mereka.
Selain itu 100 orang lainnya terluka karena penyebab yang sama.
Sebelumnya, Shigehisa Takada di hadapan peserta rapat pemegang saham tahunan mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan internal terkait dengan masalah airbag itu. Masalah yang diselidiki adalah mengapa inflator airbag tersebut gagal berfungsi dengan baik.
(arf/ady)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk