βMengemudi agresif itu artinya mengendara atau mengemudikan kendaraan dengan cara sembrono, menyalip atau memotong jalur dengan semaunya, tancap gas tidak pada tempatnya tanpa mengindahkan orang lain. Intinya tak hirau dengan kondisi dan sitausi,β tutur Communication & Event Manager Asuransi Astra Garda Oto, Iwan Pranoto saat ditemui di sela acara Garda Oto Goes To School, di SD Tarakanita Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2015).
Menurut Iwan, cara mengemudi yang agresif di jalanan, khususnya Jakarta dan sekitarnya yang kondisi lalu lintasnya padat β kerap berujung pada kecelakaan. Memang, kasus kecelakaan yang dimaksud bukan hanya kasus tabrakan dengan akibat fatal dan menimbulkan korban luka atau meninggal pada seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengemudi dengan agresif merupakan bagian dari mentalitas dan sikap berkendara yang buruk. Mentalitas dan sikap sembrono itu termasuk lalai mengecek rem, tekanan ban, tak menggunakan sabuk pengaman, tak memakai helm saat mengendarai motor.
βBahkan termasuk penggunaan lampu hazard yang tak tepat, tidak tepat menyalakan lampu sein, dan cara mendahului kendaraan lain yang salah,β ujar Iwan.
Melihat fakta seperti itu dalam rangka kampanye keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas di jalan, Garda Oto juga menggelar workshop tentang defensive driving. Acara yang dilakukan bersama lembaga Tehe Real Driving Center itu, digelar berbarengan dengan acara Garda Oto Goes To School ke sejumlah sekolah dasar.
Dalam acara itu selain memberikan pelatihan dan pemahaman cara berlalu lintas yang baik dan benar kepada siswa sekolah dasar dan orang tua mereka.
(arf/ady)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun