'Surat Cinta' untuk Mercy dari Pengguna Bus

'Surat Cinta' untuk Mercy dari Pengguna Bus

- detikOto
Jumat, 27 Mar 2015 14:30 WIB
Surat Cinta untuk Mercy dari Pengguna Bus
Jakarta - Bus Mercedes-Benz boleh jadi sudah lama hadir di Indonesia dan memiliki banyak pengguna. Para pengguna pun memberikan catatan-catatan kepada Mercy untuk peningkatan pelayanannya.

Seperti yang disampaikan salah satu konsumen setia Mercedes-Benz, Direktur Utama PT San Putra Sejahtera (PO SAN) Kurnia Lesani Adnan, saat ditemui di Mercedes-Benz Bus Club of Millionaires gathering, Kamis (27/3/2015) semalam.

"Kami sudah sangat lama sekali menggunakan bus Mercedes-Benz, dan hingga saat ini kami masih menggunakannya. Bahkan 60 persen bus kami itu Mercedes-Benz," ujar lelaki yang disapa Sani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sani pun berharap Mercedes-Benz bisa lebih mendengar suara para penggunanya. "Mercedes-Benz (bus) saat ini saya sangat apresiasi, sudah berubah dan sudah mulai komit. Saya tahu kita (pengguna Bus) selalu dianggap sebelah mata. Karena dibandingkan truk market share kita (bus) kalah, dan sekarang dia mulai mendengarkan," ujarnya.

Dan berikut harapan-harapan pengguna bus Mercedes-Benz yang disampaikan kepada Mercedes-Benz, agar bisa lebih baik ke depannya.

1. Menghadirkan varian yang tepat

Mercedes-Benz harus benar-benar menghadirkan varian yang tepat untuk Indonesia. Karena infrastruktur Indonesia itu terbilang unik, oleh sebab itu produk yang tepat menjadi jawabannya. Dikatakan ada beberapa model yang kurang tepat yang dikeluarkan Mercedes-Benz di Indonesia.

Produk yang tepat menurut konsumen ialah bus harus bersuspensi udara, untuk karakter jalan yang sesuai dengan karakter Indonesia, (menanjak dan berlubang). Karena Indonesia bukan hanya pulau Jawa.

2. Mercedes-Benz lebih peduli

Mercedes-Benz diharapkan untuk bisa lebih fokus dan peduli terhadap konsumen indonesia. Tidak hanya menjual produk semata.
Β 
3. Lebih mengetahui kebutuhan konsumen yang ada di Indonesia.

4. Setiap produk yang dilahirkan Mercedes-Benz harus diedukasi terlebih dahulu. Agar penggunaan dan perawatan bisa dilakukan dengan baik.

5. Kalau ingin menjual produk harus dipersiapkan spare-partnya terlebih dahulu. β€œIni pernah kejadian, bus harus berhenti operasi cukup lama karena tidak mendapatkan spare part dengan cepat. Dan menjadi sangat mahal karena membutuhkannya dalam waktu depat,” ujarnya

6. Meluncurkan produk di Indonesia itu harus diteliti terlebih dahulu, jangan melahirkan produk dahulu baru di teliti.

7. Tetap menjalin komunikasi dengan konsumen bus Mercedes-Benz di Indonesia.

(lth/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads