"Kurs dolar naik itu sakitnya di sini. Setiap pagi saya lihat kurs dolar makin stress. Karena TOP 1 masih impor oli dari Amerika. Memang hal itu tidak bisa dikendalikan," kata Presdir dan CEO PT Topindo Atlas Asia, Arief Goenadibrata di markas MV Agusta Pondok Indah, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Meski begitu, Arief mengaku, pihaknya masih bisa diuntungkan di tengah menguatnya nilai dolar Amerika karena ia bermain di industri perminyakan. Sebab, harga minyak di sana sedang turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal harga oli karena penyesuaian kurs dolar, Arief mengaku sebisa mungkin akan menahan harganya agar tidak naik. Sebab, Arief masih ingin memanjakan konsumennya dengan harga yang rendah.
"Impor masih tetap. Mengenai harga naik, sebisa mungkin kami pertahankan harganya. Karena kasian konsumen kami kalau harga naik," ujarnya.
(rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu