βTentu saja kami sedang mengkajinya (kemungkinan dampak terhadap biaya produksi dan harga jual). Karena harus diakui, kondisi seperti ini sudah cukup berat,β tutur Deputy Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin, saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Pernyataan senada diungkapkan Asisten Geneeral Manager Marketing PT Yamaha Motor Manufacturing Indonesia, Mohammad Masykur. βMengenai dampaknya terhadap biaya produksi, kami perlu menghitungnya terlebih dahulu,β tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Muhib menegaskan kendati saat ini pihaknya tengah mengkaji berbagai dampak melemahnya nilai tukar rupiah termasuk terhadap harga jual, namun diusahakan sebisa mungkin untuk menghindarinya. Selain telah mengerek harga beberapa model pada Februari lalu, Honda juga melihat dari kepentingan konsumen.
βKami tidak hanya melihat dari sudut pandang kami (untuk mengerek harga), tetapi juga dari sisi konsumen. Sehingga sebisa mungkin tidak (menaikan harga),β ucapnya.
Baik Muhib maupun Masykur mengakui kondisi saat ini memberatkan pemasok dan pabrikan. Maklum, meski 90 persen lebih komponen motor dibuat di dalam negeri oleh pemasok, namun bahan bakunya masih diimpor.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu