Indonesia menerjunkan 23 tim yang berasal dari 18 perguruan tinggi yang tersebar di 10 kota di Indonesia. Mereka akan mengadu tingkat keiritan konsumsi bahan bakar mobil buatan mereka di sirkuit jalan raya di jantung kota Manila, Filipina.
Tahun ini, Indonesia menerjunkan sembilan tim baru yang untuk pertama kalinya bergabung dalam kompetisi ini, yaitu ITS Team 3, TITEN UNEJ, IMEI, Mobil Irit Tarumanegara, Japati K21 U-Line, Antawirya, Bengawan Team 1, UNJ Batavia Diesel dan Genetro Suryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PembukaanShell Eco-marathon Asia 2015 digelar Jumat (27/2/2015) di Luneta Park dan penutupan serta pemberian penghargaan akan digelar pada 1 Maret di Tent City, Manila Hotel. Kejuaraan ini menyediakan 24 penghargaan On-Track dengan hadiah uang tunai US$2.000 atau sekitar Rp 24,6 juta untuk pemenang dan US$1.000 atau sekitar Rp 12,3 juta untuk Runner Up di kategori Prototype dan UrbanConcept.
Para peserta juga akan berlomba memperebutkan enam penghargaan Off-Track. Penghargaan diberikan untuk pemenang kategori Komunikasi, Desain Kendaraan, Inovasi Teknis, Keamanan, Kegigihan dan Semangat, serta Shell Helix Tribology.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?