Kemacetan juga biasanya terjadi karena sekolah tidak memiliki lahan parkiran yang memadai. Beberapa sekolah di Jakarta, kendaraan pengantar anak bahkan bisa meluber menghabiskan median jalan. Bisa dipastikan, laju kendaraan pun tersendat.
Dari pengalaman detikOto sendiri, di hari Senin seperti ini, biasanya untuk mencapai Senayan, dari Ciputat, Tangerang Selatan dalam kondisi super macet membutuhkan bisa sampai 3 jam. Namun tadi pagi, lama perjalanan bisa dipangkas sampai setengahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asosiasi Industri Sepeda Motor Seluruh Indonesia (AISI) memang tidak mendata penggunaan sepeda motor oleh pembeli setiap harinya. Meski begitu, dari profil pembeli bisa diketahui peruntukkan kendaraan roda tersebut.
"Dari proses transaksi pembelian yang kami catat, 60 persen motor yang dibeli digunakan untuk para pekerja dan kegiatan usaha. 15-20 persen untuk anak sekolah, dan sisanya ibu rumah tangga dan perusahaan,β papar Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, saat dihubungi detikOto, di Jakarta.
Namun jumlah motor yang lalu-lalang di saat jam sekolah bisa lebih dari 20 persen . Soalnya, tidak sedikit dari anak sekolah yang menumpang ojek. Sementara jumlah motor yang digunakan untuk ojek mencapai 15 β 16 persen.
"Sehingga, jumlah motor yang digunakan untuk menunjang anak-anak sekolah bisa lebih dari 20 persen. Jadi kalau pas liburan, kepadatan cukup berkurang itu masuk akal,β ujar Sigit.
Tapi, berkurangnya kepadatan itu bukan hanya berkurangnya penggunaan motor, tetapi juga mobil. Selain mobil antar jemput, mobil pribadi yang digunakan anak sekolah juga istirahat semasa liburan. "Sekarang anak sekolah juga banyak yang membawa mobil," kata Sigit.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi