Jalanan adalah milik masyarakat umum yang harus kita hormati. Jadi sesama pengguna jalan, kita sebagai pengendara juga sebaiknya memperhatikan orang lain. Karena belum tentu kebiasaan kita diterima oleh orang lain.
Berikut beberapa kebiasaan buruk pengendara di jalanan menurut Otolovers:
Rokok sembarangan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyakit pengendara mobil paling utama itu merokok. Sesudah merokok abu dan putung rokok suka dibuang di jalan padahal di mobil ada asbak. Penyakit ini mau pengendara pribadi, sopir pribadi dan sopir angkutan umum semua kelakuan sama. kadang juga pengendara mobil suka arogan. Kalo dibilang arogan nunjuknya motor yang arogan," tutur Pumakuma.
Lawan Arah
"Kopaja, Metro Mini dan sejenisnya yang lawan arah, sampah masyarakat. Pengendara motor yang menghabiskan ruas jalan di bawah flyover untuk berteduh tanpa memikirkan hak pengguna jalan yang lain, egois. Pengendara motor dengan knalpot berisik yang ngebut di jalanan komplek perumahan, paling ngeselin, enaknya dicolokin knalpot tuh kupingnya. Anak kecil yang belum punya SIM dan tanggung jawab bonceng 3 ugal-ugalan, para orangtua, tolonglah, bukan begini cara menyayangi anak," ujar Yurio Provandi.
"Sudah lawan arah ,masih anak anak gak pake helm terus boncengan bertiga. Komplet dah sebelnya," ujar Djit Siung
Nyalip di tikungan
Sangat berbahaya bisa tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan. Pengguna mobil yang membuang dengan sembarangan sampah di tengah jalan. "Itu sangat menyebalkan," ujar Mario.
Masuk jalur busway
"Kalau saya paling sakit hati sama pengendara yang masuk jalur busway seenaknya pas ketabrak malah nyalahin bus transJakarta. Terus sama pengendara motor yang seenaknya naik trotoar malah sampai jembatan penyebrangan yang harusnya cuma untuk pejalan kaki. Sudah nyelonong enggak tahu aturan, seenaknya marahin orang yang jalan kaki kalau hampir kena tabrak. Plus kendaraan yang muter balik di jalur satu arah," ujar Tumbung.
Motor Main Salip Seenaknya
"Sepeda motor yang seenaknya nyalip di depan mobil, angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat, belok ke kiri atau ke kanan tanpa nyalain lampu sein. Pertanyaannya banyak angkutan umum yang berhenti sembarang tempat dan menyebabkan kemacetan tapi dibiarin aja ama polisi, kenapa?," ujar Ridwan M.Mar.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk