Head of MMC Public Relations Section, Jerry Amran mengatakan sebenarnya kebijakan itu hanya cara pemerintah untuk mengirit APBN tahun ini. Jika ditanya imbasnya ada atau tidak pasti ada tapi itu hanya sesaat saja.
"Pembatasan ini bukan berlaku di seluruh Jakarta tapi di Jakarta Pusat saja. Kita terima, kita tidak bisa apa-apa, kita siap, kalau ditanya imbas mungkin saja ada tapi dikembalikan lagi ke pasar menerima atau tidak, kembali lagi ke kebutuhan konsumennya lagi," beber Jerry kepada detikOto di Jakarta, Rabu (6/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti juga normal lagi sama seperti kebijakan-kebijakan lainnya. Kenapa? Karena masyarakat di awal butuh penyesuaian saja, ke depannya akan normal lagi," katanya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan