Jumat, 27 Jun 2014 17:55 WIB

Cerita Bos Indomobil yang 'Angkat Tangan' Bikin Proyek Mobnas

- detikOto
Jakarta - Deretan embrio mobil nasional (mobnas) sudah banyak dikembangkan oleh para praktisi otomotif di dalam negeri. Namun hasilnya banyak yang berguguran tak berkembang alias gagal.

Hal ini dialami oleh Soebronto Laras, tokoh otomotif yang sudah lama malang melintang di industri otomotif roda empat maupun roda dua. Soebronto yang kini menjadi Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menceritakan masa-masa semangatnya tokoh-tokoh lokal membangun mobnas seperti Aburizal Bakrie, BJ Habibie, hingga dirinya.

"No way. Saya sudah pernah bawa tim saya sampai ke Inggris semuanya, jawabnya big zero, lisensi mahal, shift mahal, LCGC susah, tanya Pak Ical (Aburizal Bakrie)," kata Soebronto di Wisma Indomobil, Jalan MT Haryono, Jakarta, Jumat (27/6/2014)

Kelompok usaha Bakrie pernah mengembangkan Beta 97 MPV. Mobil ini adalah proyek yang dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Bakrie ketika itu ingin menjadikan Beta 97 MPV sebagai mobil nasional. Untuk itu, Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menciptakan desain awal mobil ini.

Pada bulan April 1995 desain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie. Setelah itu, desain tersebut langsung dikembangkan sampai prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.

Bakrie juga sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi untuk memenuhi jadwal peluncuran mobil yang sesungguhnya disiapkan pada bulan Desember 1997. Tapi sayang, krisis ekonomi menenggelamkannya sebelum terbang.

"Pak Habibie juga pernah bikin proyek mobil Maleo, itu bawa 200 orang ahli otomotif, tapi nggak jalan, mereka justru kehilangan pekerjaan, nganggur," katanya.

Prototipe mobol Maleo dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara. Saat itu IPTN pun ditunjuk untuk mewujudkannya.

Bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia IPTN, mobil yang dibidani Menristek BJ Habibie ini sukses membuat 11 rancangan mobil sampai tahun 1997. Namun sayangnya, proyek ini terbengkalai saat reformasi tiba.

"Kita sendiri sudah angkat tangan, saya sudah pernah bikin MR 90, itu mobil benar kan, tapi tetap saja orang Indonesia maunya Kijang (Toyota), Carry (Suzuki) karena muatnya 10 orang. Pokoknya susah. Kita mau bikin nggak bisa," katanya.

MR 90 merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil, model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.

(drk/syu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com