Di Tiongkok, memiliki mobil telah lama menjadi simbol kemewahan dan kesuksesan. Karena itulah tidak heran bila sekitar 85 persen dari pembeli mobil China masih membeli mobil dengan uang tunai.
Tapi kini, anak-anak muda sudah mulai memikirkan bagaimana bisa memiliki mobil meski tabungan mereka belum cukup. Ketika itu terjadi, membeli secara kredit adalah salah satu solusi praktis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin mengambil sepeser pun dari pensiun orang tua saya. Saya tidak harus menunggu bertahun-tahun untuk memiliki mobil," kata Mi, seorang akuntan di Beijing berusia 27 tahun yang ingin membeli Nissan Sylphy berharga 150.000 RMB atau sekitar Rp 288,5 jutaan.
Hal ini tentu berbeda dengan Indonesia yang lebih dari 70 persen pembeli mobilnya membeli dengan cara kredit.
"Pasar mobil di China masih pasar tunai, tetapi mulai pindah ke kredit. Ini adalah fenomena demografis dan generasi. Orang-orang yang mencicil mobil biasanya pembeli yang lebih muda," ujar John Lawler, kepala operasi Ford di China seperti dikutip Reuters.
Karena itu, baik bank maupun produsen mobil mulai menggarap serius pasar leasing. Sebab, bisnis ini dianggap menyumbang cukup banyak uang bagi mereka. Bahkan diperkirakan industri pembiayaan kendaraan akan naik lebih dari dua kali lipat menjadi 525 miliar yuan pada tahun 2025.
"Salah satu karakteristik di pasar Cina yang sangat baik untuk bisnis pembiayaan adalah bahwa tingkat kegagalan cenderung sangat rendah. Jadi risiko yang cukup bagus untuk diambil. Orang cenderung untuk membayar," papar Kepala GM China Matt Tsien.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar