Senin, 28 Apr 2014 18:14 WIB

Perang Diskon Mobil Gerus Laba Astra

- detikOto
Jakarta - Akibat sengitnya perang diskon di pasar otomotif nasional, laba bersih divisi otomotif PT Astra Internasional di kuartal pertama 2014 turun. Namun, Astra tetap mampu meraup laba bersih sebesar Rp 2 triliun setelah menjual 173.000 mobil dan 1,3 juta motor.

Dalam keterangan resminya, PT Astra International Tbk mengakui kalau laba bersih Divisi Otomotif mereka turun sebesar 5% menjadi Rp 2 triliun pada kuartal pertama 2014 ini.

Astra menjelaskan walaupun permintaan otomotif masih baik sepanjang kuartal pertama tahun 2014, terjadinya perang diskon pada pasar mobil masih memberikan pengaruh pada laba bersih Astra.

Kontribusi laba bersih dari bisnis grup komponen juga mengalami penurunan, menyusul turunnya kepemilikan saham Perseroan di Astra Otoparts dari 95,7% menjadi 80% pada kuartal kedua tahun 2013.

Pada kuartal pertama 2014 ini total penjualan mobil nasional meningkat 11% menjadi 329.000 unit. Dari angka tersebut, penjualan mobil Grup Astra yang disokong Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot mengalami kenaikan 12% menjadi 173.000 unit.

Pangsa pasar juga meningkat dari 52% pada tahun 2013 menjadi 53%. Terlebih sepanjang kuartal pertama tahun 2014, Astra meluncurkan empat model baru dan lima model facelift.

Sementara itu di kuartal pertama 2014 kondisi penjualan sepeda motor nasional naik 1% menjadi 2 juta unit. Dan dari angka tersebut, penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) meningkat 4% menjadi 1,3 juta unit.

Honda juga mengalami peningkatan pangsa pasar dari 62% menjadi 63%. Dan sepanjang kuartal pertama tahun 2014, AHM meluncurkan tujuh model facelift.

Di sisi lain, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang komponen otomotif, mencatat peningkatan volume penjualan walaupun laba bersih mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 266 miliar. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh adanya penurunan pada margin manufaktur.

Secara total, PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya (Astra atau Perseroan) mengumumkan bahwa kinerja Perseroan dan anak perusahaan (Astra) pada kuartal pertama tahun 2014 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Pendapatan bersih Astra per Maret 2014 mencapai Rp 49,8 triliun, naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Sementara laba bersih mencapai Rp 4,7 triliun, mengalami kenaikan sebesar 10% dari Rp 4,3 triliun. Laba bersih per saham naik sebesar 10% menjadi Rp 117 per saham. Nilai bersih aset Astra Rp 2.197 per saham pada 31 Maret 2014, mengalami peningkatan sebesar 6% dibandingkan periode akhir tahun 2013 sebesar Rp 2.073.

“Persaingan harga di pasar mobil telah mengurangi penghasilan di sektor otomotif Astra, meskipun volume penjualan meningkat. Sementara itu kinerja dari sektor agribisnis mengalami peningkatan terutama disebabkan oleh naiknya harga CPO, sedangkan sektor kontraktor pertambangan berhasil meningkatkan volume produksi batubara. Kami memperkirakan peningkatan kompetisi di pasar mobil dan lemahnya harga batu bara akan terus berlanjut pada tahun 2014,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto.

Kegiatan Grup Astra sendiri fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi.




(syu/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com