Malaysia memang kini tengah gencar untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif mereka. Berdasarkan rencana bisnis yang di ajukan oleh berbagai perusahaan, produksi mobil di Malaysia (termasuk untuk ekspor) bisa dinaikkan dari 600.000 unit menjadi 1,3 juta unit pada 2020.
Angka itu setara dengan penjualan mobil di Indonesia dan Thailand yang tahun lalu saja masing-masing sudah mampu melepas 1,2 juta unit dan 1,3 juta unit.
Malaysia juga hendak meningkatkan kontribusi sektor otomotif ini terhadap PDB mereka dari hanya 3,5 persen menjadi 10 persen di 2020 mendatang.
Salah satu strategi Malaysia untuk masa depan adalah dengan menjadikan Malaysia sebagai basis produksi kendaraan ramah lingkungan untuk wilayah Asean dengan memberikan insentif pada perusahaan asing yang serius membuatnya di Malaysia.
Berbagai kemudahan pun dijanjikan terlebih sudah ada beberapa perusahaan otomotif internasional yang melirik Malaysia sebagai tempat produksi mereka atau tempat yang tepat untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka seperti Mazda, Honda dan Nissan seperti merek China, Great Wall.
Selain perusahaan asing, Proton dan Perodua juga akan menguatkan diri mereka di sana.
Menteri Perdagangan dan Industri International Datuk Seri Mustapa Mohamed seperti dikutip The Borneo Post mengungkapkan rencana Malaysia untuk menjadikan negeri itu sebagai hub otomotif regional di sektor kendaraan hemat energi dan juga mengubah industri otomotif Malaysia menjadi salah satu komponen penting bagi ekonomi.
Dengan memperkuat sektor otomotif, Malaysia juga berharap mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di sektor ini. Di 2014 saja diperkirakan sudah ada 550.000 orang yang bekerja secara langsung di industri otomotif.
Penerapan berbagai kebijakan baru diharapkan akan menambah 150.000 kesempatan kerja lain di 2020 dan peningkatan sumber daya manusia lokal diharapkan mampu menggantikan pekerja asing yang saat ini masih ada.
Di sisi lain, kebijakan untuk fokus pada segmen mobil hemat energi diharapkan juga bisa mengimbangi program sejenis seperti di Thailand (program Eco Car) dan Indonesia (Low Cost Green Car Program) yang dikatakan sangat 'A- segmen sentris' atau lebih mengedepankan mobil kecil.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia