Terutama dari komunitas mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia (AXIC) yang menyatakan kalau rencana pemerintah itu akan merumitkan masyarakat khususnya pengguna BBM Subsidi.
"Rumit! Prosesnya sudah pasti akan membuat masyarakat jadi ribet karena harus bolak-balik ke bank," kata Sekertaris Umum Axic, Darlan Nuryandi kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembatasan non subsidi dan subsidi sudah mulai bagus. Tapi kalau seperti ini kami tidak setuju. Mending diperjelas kendaraan yang dapat menggunakan BBM Subsudi itu seperti apa," tuntasnya.
Sebelumnya Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menuturkan kalau pengguna mobil ingin dapat kartu BBM subsidi ini harus datang ke bank yang menerbitkan kartu.
Saat konsumen berada di bank, calon penerima Kartu Fasilitas BBM Subsidi harus mengisi data pribadi seperti KTP dan copy STNK.
"Nantinya untuk dapatkan kartu BBM subsidi ini harus menunjukkan copy STNK kendaraannya, pihak bank akan mendata kendaraan ini milik siapa, alamatnya dimana dan sebagainya," ucapnya.
Cara mendapatkannya hampir sama seperti kartu e-money atau e-toll card. "Tujuannya agar semua kendaraan yang membeli BBM terdata volumenya, terdata beli di mana saja, sehingga bisa diketahui berapa sebenarnya konsumsi BBM nasional, berapa negara harus mengeluarkan anggaran BBM subsidi," kata Susilo.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif