Bila Menyebabkan Kecelakaan, Pengirim SMS Bisa Diadili?

Bila Menyebabkan Kecelakaan, Pengirim SMS Bisa Diadili?

- detikOto
Sabtu, 31 Agu 2013 06:00 WIB
Bila Menyebabkan Kecelakaan, Pengirim SMS Bisa Diadili?
New Jersey - Kita mungkin sudah sering mendengar saran jangan menelpon sambil nyetir, jangan chatting atau SMS-an sambil nyetir. Itu semua ditujukan untuk para pengendara. Namun kini, negara bagian New Jersey bersiap untuk lebih maju lagi dengan kemungkinan untuk bisa dapat memintai tanggung jawab lawan bicara si pengendara.

Dikutip dari CNN, argumen itu timbul saat Kyle Best mengemudi mobilnya di September 2009 di jalan pedesaan ketika Shannon Colonna, pacarnya, mengiriminya sebuah SMS, tiap hari sekitar 62 SMS dikirimkan oleh masing-masing remaja itu tiap hari.

Nah sialnya, di saat itu, di jalur yang berlawanan David Kubert dan istrinya tengah berkendara dengan motornya. Mobil Kyle menabrak motor David. Tujuh belas detik setelah Kyle mengirim SMS, ia menelepon operator 911 karena kaki David hampir putus dan kaki kiri Linda hancur.

Karena akhirnya David dan pasangannya kehilangan kaki mereka, dia pun menggugat. Namun, mereka bukan hanya menggugat Kyle Best saja tapi juga sang pacar, Shannon Colonna.

David berargumen kalau Colonna telah mengalihkan perhatian Best dan karenanya juga bertanggung jawab atas kecelakaan itu. David menang melawan Kyle tapi kalah melawan Colonna, dia pun mengajukan banding.

Akhirnya putusan atas kasus ini diumumkan pada Selasa lalu. Hasilnya, tiga hakim pengadilan banding setuju dengan David.

Mereka memutuskan bahwa jika pengirim pesan teks tahu bahwa penerima sedang mengemudi dan SMS pada saat yang sama, pengadilan juga dapat menahan pengirim karena mereka juga bertanggung jawab atas gangguan dialami pengendara dan dia bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

"Kami percaya bahwa pengirim pesan teks berpotensi untuk dapat bertanggung jawab jika kecelakaan disebabkan oleh SMS, tetapi hanya jika pengirim mengetahui atau memiliki alasan khusus untuk mengetahui bahwa penerima akan melihat teks saat mengemudi dan dengan demikian akan terganggu," kata pengadilan.

Colonna tiap harinya mengirim 100 pesan dan tidak menyadari apakah penerima sedang berkendara atau tidak. "Saya seorang remaja muda. Itulah yang kami lakukan (ber-SMS)," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, meski memutuskan kalau pengirim SMS bisa dimintai tanggung jawab di masa depan bila tahu kalau penerimanya tengah mengemudi, Colonna tetap bebas karena dianggap tidak tahu kondisi Kyle saat itu.

Kasus ini menjadi perhatian di New Jersey. Gubernur negara bagian tersebut Chris Christie membela kalau yang bersalah tetaplah si pengendara, bukan pengirim SMS. "Anda memiliki kewajiban untuk menjaga mata Anda di jalan, tangan Anda pada kemudi dan memperhatikan apa yang Anda lakukan," katanya kepada stasiun radio New Jersey 101,5.

New Jersey sendiri telah menindak dengan keras pada pengemudi yang SMS-an dalam beberapa tahun terakhir. Pelaksanaan aturan baru terkait mengemudi di sana menyamakan penggunaan ponsel saat mengemudi dengan mabuk sambil nyetir.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads