Peluncuran Quester UD Trucks yang digelar di Bangkok, Thailand ini dihadiri pihak manajemen Volvo dari wilayah Eropa dan Asia. Dan juga media dari Jepang, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan negara lainnya.
Untuk pertama kali, Quester UD Trucks di Thailand akan memenuhi kebutuhan secara internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik Quester UD Truck ini pertama dibangun di Bangna, Thailand. Untuk tahap awal ini pihak perusahaan menargetkan membuat 20 ribu truk dalam setahun.
"Pemasaran utamanya tentunya negara-negara Asia. Selanjutnya Eropa, kami yakin kehadiran kami bisa menjawab kebutuhan konsumen kami," kata Francois.
detikOto bersama media lainnya diberi kesempatan untuk melihat secara dekat UD Trucks yang dipamerkan. Truk jenis terbaru kemasan Volvo dan teknologi Jepang ini tampak lebih kokoh.
Truk ini memiliki mesin 8.000 cc dan 11.000 cc dengan variasi tranmisi dari 6,9 dan 12. Truk ini diklaim sebagai truk hemat bahan bakar di kelasnya.
Keunggulan lainnya, truk ini menyediakan alat informasi komputerisasi yang canggih.
Alat itu akan berfungsi untuk mengontrol apakah sopir dalam menjalankan truknya sudah berjalan normal apa tidak. Lewat alat komputerisasi tersebut, akan diketahui dimana letak borosnya penggunaan BBM.
"Kita bisa mengntrol sejauh mana sopir itu dalam membawa kendaraan. Akan diketahui apakah sopir membawanya sudah normal, atau tidak. Nantinya setelah itu akan dievaluasi. Inilah salah satu keunggulan kita," kata Francois.
Quester ini selain Asia dan Eropa juga ditargetkan di Afrika dengan jumlah sekitar 60 negara yang akan menjadi sasaran pemasaran.
"Quester hadir dengan teknologi yang canggih dan bisa dipesan sesuai dengan keinginan coustemer," kata Francois.
Pihak perusahaan Volvo ini juga menyediakan cuku cadang di seluruh wilayah pemasaran. Pihak perusahaan juga memberikan service gratis selama setahun. Untuk Quester di Thailand, umumnya digunakan sebagai angkutan kontruksi.
(/)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu