Peningkatan angka oktan bensin selain dapat dilakukan dengan proses pengolahannya di kilang, juga dapat dilakukan dengan penambahan aditif yang antara lain terdiri dari Aditif organometalic (TEL, MMT dll), Oksigenat (MTBE, TAME dll), dan Komponen blending (HOMC).
Selain memperhatikan kualitas dan kuantitas dari produk BBM yang dihasilkan, hal yang perlu dipertimbangkan adalah permasalahan dampak lingkungan dan efek-efek kesehatan yang disebabkan oleh penggunaan aditif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengganggu kesehatan, aditif ternyata juga dapat merusak mesin kendaraan terutama aditif yang dibuat dari senyawa berbasis logam misalnya MMT (metilsiklopentadienil manganese tricarbonil) dan Ferrocene (disiklopentadienil iron).
Aditif MMT diketahui juga dapat dapat mengganggu sistem pengapian, sensor oksigen, konverter dan deposit pada dinding silinder. Batas pemakaian aditif MMT di Amerika dan Kanada adalah 8,2 mg/L bensin.
Sementara aditif Ferrocene sangat dibatasi penggunaannya terutama di Amerika karena merupakan logam berat dan pada aplikasinya dapat mengikis ring piston, silinder dan gangguan pengapian.
"Jadi ada banyak yang harus diperhatikan," kata peneliti di Lemigas Lies Aisyah di Forum Kajian Industri Nasional 'Penggunaan Octane Enhancer Non Oxygenate Dalam Bahan Bakar Bensin' di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!