Lalu bagaimana tanggapan pabrikan mobil seperti Chevrolet menanggapinya?
"Pengaruh pasti ada," kata Direktur Marketing General Motors Indonesia, Yuniadi Haksono Hartono, di Kunstkring, di Jakarta, Rabu (24/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 240 juta masyarakat Indonesia, sehingga populasi kendaraan pasti tetap ada dan tetap dibutuhkan, tapi besok orang akan lebih berpikir rasional (saat membeli kendaraan maupun saat menggunakannya) saja. Jadi hanya perlu penyesuaian saja, seperti pengalaman yang lalu-lalu lah. Semuanya berlalu begitu saja, harusnya pertanyaannya itu bukan saat baru naik, tapi setelah beberapa waktu harga BBM itu naik," katanya.
"Kalau Efeknya menurut saya, Chevrolet akan sama seperti pabrikan lainnya lah," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Director Public Relations PT GM Indonesia, Maria Sidabutar kepada detikOto. "Kenaikan BBM, pastinya kebijakan pemerintah telah memperhatikan konsumen dan kepentingan bisnis yangg prospektif. Kami yakin kebijakan pemerintah ini sudah mempertimbangkan semuanya," ujar santai Maria.
(lth/syu)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok