Baik McLaren P1 dan Ferrari LaFerrari merupakan penerus dari sosok legendaris. Kalau P1 adalah penerus dari McLaren F1, maka LaFerrari merupakan penerus dari legenda Ferrari Enzo.
Dua supercar ini pun diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, hanya bakal ada sekitar 375 McLaren P1 lahir kedunia, lebih sedikit dari 499 Ferrari LaFerrari yang direncanakan akan diproduksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau sudah begitu, mana yang lebih menawan?
1. Desain
|
|
Mungkin ini dimaksudkan untuk menambah aerodinamika LaFerrari. Bukan apa-apa, ketika dites di sirkuit Fiorano, mobil ini mampu mencatatkan waktu lap 1 menit 20 detik, atau 5 detik lebih cepat dari Enzo dan 3 detik lebih cepat dari, F12berlinetta yang merupakan mobil tercepat Ferrari sebelumnya.
Namun bukan berarti P1 tidak mampu menampilkan sportifitas tinggi. Karena berkat pemanfaatkan bahan baku fiber yang membuat bobot mobil ini hanya mencapai 1.300 kg saja, P1 pun mampu bergerak dari 0-100 km/h hanya butuh 2,8 detik.
2. Mesin
|
|
Bila LaFerrari mengaplikasi mesin V12 berkapasitas 6.3 liter, McLaren merasa P1 sudah cukup beringas dengan mesin V8 berkapasitas 3.8 liter.
Sebab, dengan mesin yang berkapasitas hanya setengahnya, P1 masih mampu menunjukkan tenaga total hingga 903 hp, sementara LaFerrari dengan mesin besar memperlihatkan 950 tenaga kuda.
Uniknya, di atas kertas, torsi P1 malah sedikit lebih besar dari LaFerrari. Ada 663 Nm di mesin P1 dan 660 Nm di mesin LaFerrari.
Untuk kemampuannya, baik LaFerrari maupun P1 mampu berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam hanya dalam waktu kuran dari 3 detik saja.
Tai untuk topspeednya, LaFerrari lebih kencang dengan klaim 370 km/jam sementara P1 hanya mampu berlari sampai 350 km/jam.
3. Teknologi Hybrid
|
|
Di LaFerrari, mesin 6.3 liter mereka sandingkan dengan dua motor listrik. Kedua sistem motor listrik yang diberi nama HY-KERS itu punya tugas berbeda.
Motor listrik pertama berfungsi sebagai generator yang mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk disimpan di baterai lithium-ion, sementara motor listrik yang satu lagi menambah tenaga sampai 120 PS.
Dengan teknologi HY-KERS ini pula LaFerrari menjadi mobil yang lebih ramah lingkungan karena produksi emisi karbon dioksida berkurang sampai 40 persen.
Untuk McLaren P1, motor listrik yang sistemnya diberi nama Instant Power Assist System alias IPAS selain mampu menambah tenaga dan kecepatan mobil, juga berguna untuk mereduksi emisi dan meningkatkan efisiensi.
Bila bensin habis, pengendara bisa berjalan sejauh 20 km hanya dengan memanfaatkan tenaga dari baterai listrik.
4. Eksklusifitas & Harga
|
|
Untuk P1, mobil ini hanya diproduksi sebanyak 375 unit saja dan McLaren mengatakan kalau bisa dibilang semua mobil sudah terjual.
Sebab, meski baru diperlihatkan resmi di Geneva, mobil berharga 866 ribu pounds atau sekitar Rp 11 miliar itu sudah mendapatkan inden sejak tahun lalu saat Paris Motor Show berlangsung.
Seorang sumber di McLaren mengatakan kepada Autocar bahwa sejak Paris Mclaren terus mengevaluasi sekitar 700 orang yang serius ingin mendapatkan mobil ini. Dengan produksi sebanyak 375 unit saja, maka 700 orang itu harus berebut dan tentu tidak semua akan mendapatkannya.
"Harga dan kinerja menjadi hal kedua bila dibandingkan dengan eksklusivitas untuk banyak pembeli," kata sumber itu.
Seperti halnya McLaren P1, Ferrari LaFerrari ternyata juga sudah ludes terjual. Padahal, sama seperti P1, LaFerrari yang hanya diproduksi sebanyak 499 unit juga baru resmi diperlihatkan di Geneva.
"Kami sedang dalam proses berbicara dengan 700 pelanggan paling eksklusif kami, dan ketika proses itu selesai kita harapkan telah menjual semua 499 mobil," kata Direktur Pemasaran Ferrari Nicola Boari.
Dengan banyaknya orang yang mengantri, tentu kedua merek ini hanya tinggal menentukan siapa orang yang berhak untuk membawa mobil produksi mereka ke garasi.
Padahal harga LaFerrari mencapai lebih dari 1 juta pounds atau Rp 14 miliar! Namun karena eksklusifitasnya, meski mahal, kedua mobil ini bisa dibilang merupakan salah satu investasi karena di masa depan harganya pasti naik karena menjadi barang rebutan.
"Ini bukan hanya masalah bagaimana menuliskkan cek (pembayaran), ada proses evaluasi untuk menentukan (siapa yang berhak mendapatkannya," kata sumber di McLaren.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?