Majelis Ulama Indonesia Samarinda Kalimantan Timur mengharamkan pemasangan polisi tidur oleh warga karena dianggap bisa mencelakakan pengguna jalan.
Pernyataan MUI itu berdasarkan dalil hadits bahwa manusia tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi, dan wajib tolong menolong serta memudahkan persoalan manusia. Selain itu membuang batu di tengah jalan adalah salah satu cabang iman.
"Apabila polisi tidur dibuat masyarakat tidak membahayakan pemakai jalan hukumnya makruh tetapi kalau sampai membahayakan pemakai jalan hukumnya berubah jadi haram," ujar Ketua Umum MUI Samarinda KH Mohammad Zaini Na'im di Reportase Trans TV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan soal polisi tidur tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 3 tahun 1994 tentang alat pengendali dan pengaman jalan, karenanya masyarakat sebenarnya tidak diperbolehkan asal membangun polisi tidur.
Simak videonya di sini (ddn/ddn)










































