Pembatasan Mobil Ganjil-Genap Siap Diterapkan

Pembatasan Mobil Ganjil-Genap Siap Diterapkan

- detikOto
Jumat, 17 Jun 2011 20:29 WIB
Pembatasan Mobil Ganjil-Genap Siap Diterapkan
Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terus melakukan upaya untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Salah satunya dengan pembatasan mobil melalui sistem ganjil-genap. Sistem ini rencananya akan diterapkan di jalan yang dilalui TransJ.

"Menurut saya, sistem ganjil-genap ini jangan diberlakukan di semua jalan. Tapi, di jalan yang ada jalur buswaynya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Royke Lumowa kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/6/2011).

Menurutnya, pembatasan mobil dengan cara tersebut akan menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Maka dari itu, ia baru merencanakan untuk menerapkan aturan tersebut di jalur busway dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulanya pasti mendapat penolakan dari masyarakat. Tapi lama-lama, masyarakat akan mersakan nikmatnya kelancaran berlalu lintas," kata dia.

Royke mengatakan, pembatasan mobil dengan sistem ini baru sebatas wacana. Pihak-pihak terkait belum membahasnya dalam forum rapat bersama.

"Tapi rencana besarnya sudah masuk dalam UKP-PPP dan salah satunya juga pembatasan truk yang sudah kita terapkan," ujar dia.

Ia optimis, pembatasan kendaraan dengan sistem ini mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi. Sistem ganjil-genap, kata dia, berhasil mengurangi kemacetan di sejumlah negara Eropa dan China.

Lebih jauh Royke mengungkapkan, pemberlakuan sistem ganjil-genap ini akan menghadapi kendala. Petugas lalu lintas, harus bekerja ekstra untuk memperhatikan setiap pelat nomor kendaraan yang melintas.

"Nggak apa-apa, saya akan berjuang mati-matian untuk ini," kata dia.

Menurutnya, sistem ini akan bekerja secara komprehensif jika didukung dengan teknologi. Misalnya, penempatan sensor dalam kendaraan yang akan memudahkan untuk penegakkan hukum ketika kendaraan tersebut melintas di jalan yang dilengkapi kamera seperti di Sarinah.

"Kalau semuanya sudah terpasang kamera sensor, akan lebih mudah mengawasinya," katanya.

Ia menambahkan, sistem ganjil-genap ini tidak akan optimal jika tidak didukung dengan penambahan angkutan umum massal. "Kalau kereta api diperbaiki dan ditambah, lebih bagus," tutupnya.

(mei/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads