"Menurut saya, sistem ganjil-genap ini jangan diberlakukan di semua jalan. Tapi, di jalan yang ada jalur buswaynya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Royke Lumowa kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/6/2011).
Menurutnya, pembatasan mobil dengan cara tersebut akan menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Maka dari itu, ia baru merencanakan untuk menerapkan aturan tersebut di jalur busway dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Royke mengatakan, pembatasan mobil dengan sistem ini baru sebatas wacana. Pihak-pihak terkait belum membahasnya dalam forum rapat bersama.
"Tapi rencana besarnya sudah masuk dalam UKP-PPP dan salah satunya juga pembatasan truk yang sudah kita terapkan," ujar dia.
Ia optimis, pembatasan kendaraan dengan sistem ini mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi. Sistem ganjil-genap, kata dia, berhasil mengurangi kemacetan di sejumlah negara Eropa dan China.
Lebih jauh Royke mengungkapkan, pemberlakuan sistem ganjil-genap ini akan menghadapi kendala. Petugas lalu lintas, harus bekerja ekstra untuk memperhatikan setiap pelat nomor kendaraan yang melintas.
"Nggak apa-apa, saya akan berjuang mati-matian untuk ini," kata dia.
Menurutnya, sistem ini akan bekerja secara komprehensif jika didukung dengan teknologi. Misalnya, penempatan sensor dalam kendaraan yang akan memudahkan untuk penegakkan hukum ketika kendaraan tersebut melintas di jalan yang dilengkapi kamera seperti di Sarinah.
"Kalau semuanya sudah terpasang kamera sensor, akan lebih mudah mengawasinya," katanya.
Ia menambahkan, sistem ganjil-genap ini tidak akan optimal jika tidak didukung dengan penambahan angkutan umum massal. "Kalau kereta api diperbaiki dan ditambah, lebih bagus," tutupnya.
(mei/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok