Pabrikan mobil terbesar Toyota pun kini lebih fokus terhadap kualitas ketimbang memikirkan untuk menjadi nomor satu di dunia.
"Menjadi nomor satu di dunia tidak penting," ujar Executive Vice President Satoshi Ozawa dalam jumpa pers mengenai keuangan Toyota seperti dilansir AFP, Jumat (10/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba bersih Toyota mengalami penurunan sampai 35 persen menjadi US$ 3,5 miliar menyusul gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.
Penurunan laba bersih juga terjadi karena penguatan yen terhadap dolar Amerika. Toyota mengharapkan bisa kembali pulih pada semester kedua 2011 setelah masalah suplai akibat gempa bisa teratasi.
Namun Toyota memperingatkan isu penguatan yen yang membuat produk-produknya terlalu mahal.
Ini merupakan pengumuman pertama data-data keuangan Toyota setelah gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.
Selain penurunan laba bersih, jumlah produksi pun diperkirakan berkurang dari 7,3 juta unit tahun lalu menjadi 7,23 juta unit.
Menurut Ozawa, gempa pada 11 Maret 2011 lalu berkontribusi terhadap 77 persen penurunan laba bersih Toyota pada triwulan terakhir tahun kalender Jepang.
"Kami akan menaikkan produksi di semester kedua nanti, kami juga akan mencoba mengurangi pengeluaran yang kami harapkan bisa membawa sekitar 300 miliar yen," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi