Pabrikan mobil Eropa, Volvo menjadi pabrikan berikutnya yang mengimplementasikan teknologi yang bisa mengubah daya dari hasil pengereman menjadi daya untuk mesin ini.
Seperti dilansir dari siaran pers Volvo, Volvo mengatakan bahwa dengan mengkombinasikan dengan mesin normal kendaraan akan mampu menyemburkan tambahan tenaga hingga 80 dk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Volvo akan menggunakan teknologi KERS ini pada flywheel (roda gila). Jadi ketika mobil mengerem, akan mengakibatkan flywheel berputar hingga mencapai 60.000 rpm. Dan putaran ini akan menghasilkan energi yang dapat dipakai ketika mobil berakselerasi.
Sistem ini lebih efektif ketika mobil berada di jalanan perkotaan yang membuat mobil sering kali maju dan berhenti.
Teknologi KERS memang bukan teknologi baru, mobil-mobil seperti Porsche pun sudah menggunakan teknologi KERS di flywheel ini. Namun bedanya menurut Derek Crabb, Wakil Presiden Volvo bidang Powertrain Engineering Derek Crabb, Volvo merupakan yang pertama yang menggunakannya di mobil dengan penggerak roda belakang. Selama ini KERS dipakai pada mobil dengan penggerak roda depan.
"Jika proses tes dan pengembangan berjalan sesuai rencana, kami berharap mobil dengan teknologi flywheel KERS ini bakal bisa ditemui di showroom dalam beberapa tahun kedepan," ujar Crabb.
(ddn/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus