Ketua JAMA, Toshiyuki Shiga mengakui kalau tsunami yang melanda Jepang beberapa waktu lalu memang telah membuat negerinya hancur.
"Sebenarnya, pengaruh tsunami tidak kecil dan tak mudah untuk pulih, tapi kita sekarang berusaha untuk kembali dan kecepatan kami terus meningkat," ungkapnya di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Nissan, tsunami diakui Shiga telah merusak pabrik mereka. "Kami bahkan harus menutup pabrik kami selama 1 bulan, baru dua pekan lalu kami kembali produksi. Artinya, baru pada pertengahan Mei kami mulai lagi meski masih ada beberapa komponen yang tersendat," paparnya lagi.
Meski masih ada beberapa komponen yang tersendat, secara umum kondisi industri Jepang sekarang ini menurut Shiga sudah mulai lumayan bangkit.
Bila di bulan Mei lalu Nissan hanya sanggup menggunakan 50 persen dari kapasitas produksi yang ada, bulan ini Nissan menurut Shiga akan bisa meningkatkannya menjadi 70-80 persen meski dia mengakui masih ada produksi beberapa mobil yang saat ini masih tersendat.
"Tapi untuk Indonesia, Juni kami sudah bisa pulih dan akan mulai memenuhi permintaan konsumen. Kami siap kembali pulih," yakinnya.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan