Menurut Kepala Sub Unit Umum dan Operasional RSCM Kencana, dr Shannaz Nadia Yusharyahya, konsep ini muncul karena banyaknya pasien yang akan berobat ke RSCM tapi mengeluhkan kurangnya sarana parkir. Setelah melihat konsep ini cukup berhasil di Jepang, Korea dan Singapura, RSCM pun kemudian membangunnya.
"Akhirnya dari sekitar 2,5 hektar lahan RSCM Kencana ini, 176 meter perseginya nya kita buatlah parking tower yang tinggi gedungnya mencapai 30 meter," ujar Nadia kepada detikcom di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikcom mengunjungi parkir yang terletak di bagian belakang gedung utama ini, sekilas cara kerjanya sangat mudah. Pengemudi hanya tinggal memilih unit mana yang diinginkan dan menyebutkan pelat kendaraan mereka.
"Jadi sebelum mobil masuk ke lift berukuran 1,5 x 5 meter, pemilik mobil menyebutkan nomor pelat mereka ke petugas," ujar Penanggung Jawab Gedung RSCM Kencana Rusamto saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/5/2011).
Setelah itu, mobil dimasukkan mobil ke ruangan yang berbentuk lift dengan mengikuti panduan garis kuning yang ada di lantainya dibantu dengan arahan dari petugas. Jika tidak memiliki nyali ada baiknya meminta tolong pada petugas.
"Begitu mobil masuk, rem tangan ditarik dulu. Lalu posisi ban mobil harus pas di garis kuning ini, kalau tidak sensor akan berbunyi. Artinya posisi mobil belum pas, dan kalau belum pas kita tidak akan naikkan. Jadi kita harus benar pelan-pelan aturnya sampai sensor tidak berbunyi lagi," jelasnya.
Setelah posisi standby, operator akan memasukkan nomor kendaraan pada alat yang sudah tersistem seperti komputer berbentuk kotak yang terletak di sisi kanan tiap unit. Setelah nomor dimasukkan lalu ditekan In (masuk), kemudian Run (jalan).
"Dan wuush,, lift akan berjalan ke atas mencari posisi yang kosong untuk mobil itu. Jadi tidak kita atur ke kiri kanannya," beber Rusamto.
Hanya saja memang ruangan ini tidak cukup untuk mobil yang berbodi agak besar seperti Land Cruiser. Karena patokan ukuran mobil saat membuat parkir ini ada jenis Kijang Innova.
Lalu bagaimana jika mobil hendak keluar? "Sama saja seperti saat masuk tadi, ingat unitnya, lalu sebutkan plat kendaraan pada petugas operator. Petugas akan menekan alat yang ada di kotak pada dengan sasaran plat tersebut lalu, tekan out dan run. Tidak sampai tiga menit mobil sudah tiba di depan Anda," jelasnya.
Setiap unitnya digerakkan oleh empat motor. Motor-motor ini setiap harinya akan diberi pelumas.
"Jadi yang penting itu perawatan mesin-mesinnya ini. Diberi pelumas, pembersihan, kontrol panel dan sensornya dicek, tingkat kelevelan juga, agar saat mobil berpindah tidak tersangkut, dan itu dilakukan setiap hari. Kalau mati lampu juga nggak masalah karena kita full genset," paparnya.
Sayangnya karena SDM belum mencukupi, baru ada 3 orang petugas yang bekerja secara bergantian. Tapi karena aktivitasnya belum banyak, sejauh ini tidak ada kendala.
"Karena kan enggak selamanya full, keluar masuk," jelas Rusamto.
Rusamto berharap ujicoba setahun ini segera selesai akhir Mei ini. memgingat selama masa ujicoba, tarif parkir di parkir bersusun ini gratis, padahal untuk perawatan membutuh dana.
"Jadi itung-itungan kasarnya rencana memakai fasilitas ini di dibanderol Rp 10 ribu," tutupnya.
Bagi Anda yang penasaran, silakan mencoba. Yang jelas kendaraan Anda akan lebih aman.
(lia/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda