Parkir Mobil Bersusun di Jakarta

Parkir Mobil Bersusun di Jakarta

- detikOto
Jumat, 27 Mei 2011 09:10 WIB
Parkir Mobil Bersusun di Jakarta
Jakarta - Tidak banyak yang tahu bahwa RSCM Kencana mempunyai gedung parkir dengan sistem puzzle (parkir automatis dengan sistem bersusun). Padahal tower ini sudah berdiri sejak Mei 2010 lalu.

Menurut Kepala Sub Unit Umum dan Operasional RSCM Kencana, dr Shannaz Nadia Yusharyahya, konsep ini muncul karena banyaknya pasien yang akan berobat ke RSCM tapi mengeluhkan kurangnya sarana parkir. Setelah melihat konsep ini cukup berhasil di Jepang, Korea dan Singapura, RSCM pun kemudian membangunnya.

"Akhirnya dari sekitar 2,5 hektar lahan RSCM Kencana ini, 176 meter perseginya nya kita buatlah parking tower yang tinggi gedungnya mencapai 30 meter," ujar Nadia kepada detikcom di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tower ini, terdiri dari 4 unit. Tiap unitnya ada 12 tingkat, yang mampu menampung 24 mobil. Artinya gedung ini bisa memuat 96 mobil yang semua kerjanya sudah diatur dengan sistem.

Saat detikcom mengunjungi parkir yang terletak di bagian belakang gedung utama ini, sekilas cara kerjanya sangat mudah. Pengemudi hanya tinggal memilih unit mana yang diinginkan dan menyebutkan pelat kendaraan mereka.

"Jadi sebelum mobil masuk ke lift berukuran 1,5 x 5 meter, pemilik mobil menyebutkan nomor pelat mereka ke petugas," ujar Penanggung Jawab Gedung RSCM Kencana Rusamto saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/5/2011).

Setelah itu, mobil dimasukkan mobil ke ruangan yang berbentuk lift dengan mengikuti panduan garis kuning yang ada di lantainya dibantu dengan arahan dari petugas. Jika tidak memiliki nyali ada baiknya meminta tolong pada petugas.

"Begitu mobil masuk, rem tangan ditarik dulu. Lalu posisi ban mobil harus pas di garis kuning ini, kalau tidak sensor akan berbunyi. Artinya posisi mobil belum pas, dan kalau belum pas kita tidak akan naikkan. Jadi kita harus benar pelan-pelan aturnya sampai sensor tidak berbunyi lagi," jelasnya.

Setelah posisi standby, operator akan memasukkan nomor kendaraan pada alat yang sudah tersistem seperti komputer berbentuk kotak yang terletak di sisi kanan tiap unit. Setelah nomor dimasukkan lalu ditekan In (masuk), kemudian Run (jalan).

"Dan wuush,, lift akan berjalan ke atas mencari posisi yang kosong untuk mobil itu. Jadi tidak kita atur ke kiri kanannya," beber Rusamto.

Hanya saja memang ruangan ini tidak cukup untuk mobil yang berbodi agak besar seperti Land Cruiser. Karena patokan ukuran mobil saat membuat parkir ini ada jenis Kijang Innova.

Lalu bagaimana jika mobil hendak keluar? "Sama saja seperti saat masuk tadi, ingat unitnya, lalu sebutkan plat kendaraan pada petugas operator. Petugas akan menekan alat yang ada di kotak pada dengan sasaran plat tersebut lalu, tekan out dan run. Tidak sampai tiga menit mobil sudah tiba di depan Anda," jelasnya.

Setiap unitnya digerakkan oleh empat motor. Motor-motor ini setiap harinya akan diberi pelumas.

"Jadi yang penting itu perawatan mesin-mesinnya ini. Diberi pelumas, pembersihan, kontrol panel dan sensornya dicek, tingkat kelevelan juga, agar saat mobil berpindah tidak tersangkut, dan itu dilakukan setiap hari. Kalau mati lampu juga nggak masalah karena kita full genset," paparnya.

Sayangnya karena SDM belum mencukupi, baru ada 3 orang petugas yang bekerja secara bergantian. Tapi karena aktivitasnya belum banyak, sejauh ini tidak ada kendala.

"Karena kan enggak selamanya full, keluar masuk," jelas Rusamto.

Rusamto berharap ujicoba setahun ini segera selesai akhir Mei ini. memgingat selama masa ujicoba, tarif parkir di parkir bersusun ini gratis, padahal untuk perawatan membutuh dana.

"Jadi itung-itungan kasarnya rencana memakai fasilitas ini di dibanderol Rp 10 ribu," tutupnya.

Bagi Anda yang penasaran, silakan mencoba. Yang jelas kendaraan Anda akan lebih aman.

(lia/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads