"Tadi itu yang pertama kita bicara 6 kota metropolitan yaitu DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan serta Denpasar, kota-kota tersebut memang mengalami kemacetan luar biasa," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
Untuk mengatasi masalah kemacetan tersebut, Hatta memanggil beberapa kementerian terkait dan gubernur keenam kota besar tersebut guna melakukan koordinasi mengurangi kemacetan tersebut. Salah satu upayanya adalah melalui integrasi seluruh angkutan publik dan sarana prasarana perhubungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Hatta menyatakan perlunya pembangunan berdasarkan rencana tata ruang kota. Jika melanggar UU tata ruang tahun 2009 maka akan dikenakan pidana karena merupakan suatu pelanggaran.
"Ya di situ bagaimana power plannya bagaimana gas untuk industrinya di mana kawasan industrinya, di mana transportasinya dipatuhi maka kita bisa mengendalikan migrasi penduduk perpindahan penduduk perluasan lahan penggunaan lahan di mana kawasan industri di mana kawasan perkantoran itu semua mengacu pada tata ruang, kalau tata ruangnya kita penuhi saya yakin kita akan mengendalikan pembangunan tersebut," paparnya.
Ke depannya, Hatta menyatakan pemerintah kembali menerapkan rencana Electronic Road Pricing (ERP) sebagai pengganti 3 in 1 dan menghidupkan kembali lintasan kereta api.
"Ke depan ini bukan istilah pembatasan itu 3 in 1 ini diubah menjadi ERP. Akan dihidupkan kembali kereta api yang selama ini memang sudah ada relnya yang mati akan dihidupkan kembali," tegasnya.
Mengenai anggaran, Hatta tidak menyebutkan secara gamblang. Hanya saja dia yakin semua proyek tersebut telah disiapkan pembiayaannya.
"Saya gak bisa detil karena langkahnya banyak sekali, bangun jalan tol bayangkan tol ruas untuk 6 ruas itu saja Rp 50 triliunan, saya kira belum lagi yang lain, kereta api sekitar, circle line-nya sekitar Rp 5 triliun kemudian Bandara Soetta sekitar Rp 8 triliun, banyak sekali, tapi setiap sektor ada dananya kok," pungkasnya.
(nia/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!