"Lebih banyak mengemudi bisa membuat orang makin berat. Kurangnya aktivitas secara komulatif pada akhirnya dapat menyebabkan orang menjadi obesitas," jelas Sheldon H. Jacobson, profesor ilmu komputer dan direktur laboratorium simulasi dan optimasi di Illinois, seperti dilansir Health24, Senin (16/5/2011).
Jacobson mengatakan bahwa lonjakan penggunaan kendaraan antara tahun 1950 hingga saat ini telah terkait dengan naiknya tingkat obesitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menganalisis hubungan antara penggunaan kendaraan dan obesitas, Jacobson beserta mahasiswa Douglas M. King dan Rong Yuan mempelajari perjalanan kendaraan tahunan per lisensi mengemudi (SIM) sebagai ukuran pengganti total waktu menetap seseorang.
Sebelumnya, Jacobson mempelajari efek kebanyakan mengemudi dan tren obesitas tumbuh di AS dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar yang berlebihan. Dan studi baru ini lebih mencari hubungan antara berat badan dan efek kebanyakan mengemudi.
Setelah menganalisa data dari statistik nasional yang diukur antara tahun 1985 hingga 2007, Jacobson menemukan bahwa penggunaan kendaraan berkorelasi pada kisaran 99 persen meningkatan obesitas tahunan.
"Ketika Anda duduk di mobil Anda tidak melakukan apa-apa, sehingga tubuh hanya memungkinkan membakar sedikit energi. Dan jika Anda makan makanan di mobil, itu menjadi lebih buruk lagi," jelas Jacobson.
Tak hanya di negara maju seperti AS, di negara-negara berkembang yang mulai memasukkan kendaraan pribadi sebagai cara hidup, obesitas pun terus meningkat.
"Di tempat-tempat seperti China dan India, di mana mobil semakin bersaing dengan sepeda dan jalan kaki sebagai mode transportasi, obesitas pun semakin banyak," kata Jacobson.
(mer/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge