Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui pemerintah belum memutuskan opsi mana yang akan diambil oleh pemerintah.
"Kajian dinaikkan BBM atau di batasi itu belum diputuskan," jelas Agus di sela acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2011, di JCC, Senayan Jakarta, Rabu (11/5/2011) .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada masukan untuk dikaji kita masih melihat analisa fiskal intern kita. Apakah naikin harga atau pembatasan belum diputuskan," kata Agus.
Sebelumnya, berhembus kabar rencana penghapusan subsidi BBM diam-diam tengah dikaji pemerintah. Rencana awalnya, di 2014 subsidi BBM akan dihapus, dan untuk orang tak mampu mekanisme subsidi akan diubah agar tak 'bocor'.
Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan, wacana penghapusan premium yang sempat beredar memang bisa dilakukan, namun yang paling mungkin dilaksanakan dalam waktu dekat adalah menghapus subsidi BBM.
Pemerintah nampaknya bakal mengganti subsidi BBM dengan subsidi langsung yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) meminta pemerintah untuk segera ambil keputusan menghapus subsidi BBM.
Tanpa ada langkah penyesuaian harga BBM premium dari pemerintah, biaya subsidi untuk bahan bakar ini dalam APBN 2011 akan membengkak dari Rp 41 triliun (5% dari total pengeluaran APBN) menjadi sekitar Rp 69 triliun (8,2 % dari total pengeluaran APBN).
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih