Ketua II PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) Roy Suryo menuturkan pajak progresif ini justru akan merugikan pemerintah.
"Ide pajak progresif ini pemikiran tidak logis dan justru merugikan pemerintah sendiri karena akan banyak yang memilih 'mematikan' STNK alias tidak bayar pajaknya," ujarnya, Senin (2/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya justru tidak efektif dan membuat 'sistem tilang modern' yaitu surat tilang yang dikirim ke pemilik kendaraan sesuai STNK akan salah sasaran," ujarnya.
Sejak awal, lanjutnya, pajak progresif memang termasuk yang tidak masuk akal dan membuat pengguna mobil tidak jujur.
"Karena mengatasnamakan STNK kendaraannya dengan nama-nama lain seperti anaknya, cucunya atau bahkan pembantu-pembantunya," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?