"Dengan teknologi ini, angka kecelakaan lalu lintas ini minimal berkurang. Pengemudi bisa lebih konsentrasi," kata Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ipung Purnomo di Jakarta.
"Jelas-jelas tidak boleh memegang handphone. Sama semua baik itu menerima, mengetik SMS dan BBM-an. Karena ada kejadian anak mahasiswa yang sedang asyik BBM-an. TIba-tiba ada truk. Dan selesai," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tilang menggunakan HP sebesar Rp 750 ribu. Sehingga dia akan berpikir jika 2 kali kalau harus ketilang berarti sudah Rp 1,5 juta. Kalau gaji hanya Rp 2 juta - Rp 3 juta habis gaji dia," cetus Ipung.
Dengan itu, pihak Polda Metro Jaya akan terus mensosialisasikan penggunaan bluetooth pada telepon genggam. Dengan harapan masyarakat terbiasa dengan alat tersebut canggih tersebut.
"Kita sudah berulang-ulang mensosialisasikan ini. Kita juga mengumpulkan dengan cara gathering ke komunitas mobil, motor. Semua kita rangkul. Dan kita terus keliling baik di SMA, Universitas, instansi pemerintahan. kita ada tim khusus keliling semua wilayah. Mudah-mudahan dengan adanya produk bluetooth masyarakat yang masih mengunakan HP sambil mengemudi itu berkurang," harap Ipung.
Polda Metro Jaya sudah mengatakan jika 30 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta disebabkan menggunakan telepon genggam.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta