Michelin Bidik Pasar Ban RI

Michelin Bidik Pasar Ban RI

- detikOto
Rabu, 06 Apr 2011 17:27 WIB
Michelin Bidik Pasar Ban RI
Jakarta - Setelah sekitar 20 tahun berkiprah di Indonesia, Michelin akhirnya menguatkan komitmennya dengan meresmikan PT Michelin Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung pabrikan yang terkenal dengan Michelin Man itu menargetkan menjual ban mobil penumpang hingga 500.000 unit di 2016 nanti. Sedangkan untuk kendaraan komersial sebanyak 200.000 unit di tahun 2016 mendatang.

Ditandai dengan pemukulan gong di Hotel Shangri-La, Jakarta, Michelin resmi berdiri di Indonesia Rabu (6/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peresmian cabang baru di Jakarta di Indonesia menandakan satu lagi pencapaian Michelin di Asia Tenggara, sehingga memungkinkan kami untuk mempercepat perkembangan brand kami," kata Managing Partner Michelin Group Jean Dominique Senard.

"Kami telah memiliki 40 karyawan dan akan kembali merekrut 50 karyawan lagi. Dan seluruh produk kami akan bisa dijumpai di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian, dan dimulai pada tanggal 13 April mendatang," ujarnya

Managing Partner Michelin Indonesia Jean Dominique Senard menambahkan Michelin menggunakan hasil karet Indonesia dalam setiap ban yang diproduksi.

"Indonesia memiliki hasil karet terbaik. Oleh sebab itu kami menggunakan hasil karet Indonesia hingga 30 persen dalam pembuatan Michelin," katanya sambil tersenyum.

Namun, Michelin untuk sementara pada tahun ini akan fokus dalam penjualan ban untuk truk dan bus. Selama ini di Indonesia, Michelin sudah melayani sektor pertambangan.

"Untuk angka target penjualan tahun ini memang kami belum menentukannya. Akan tetapi kami akan menawarkan perubahan untuk kendaraan truk dan bus dengan menggunakan ban bertipe radial,"kata Country Head PT Michelin Indonesia Jean Pierre Kopp.

"Sedangkan untuk kendaraan berpenumpang akan kami perkenalkan melalui marketing," tambahnya.

Belum Siap Bikin Pabrik di Indonesia

Namun sayang Michelin lebih memilih Thailand untuk memproduksi ban-banya dibandingkan Indonesia.

"Masih terlalu dini untuk membicarakan pembangunan pabrik di Indonesia. Kami masih mempelajari apa yang menjadi kebutuhan di Indonesia," kata Jean Dominique Senard.

"Selain itu kami telah memiliki pabrik yang sudah 20 tahun berjalan di Thailand dan masih mampu menutup kebutuhan untuk di Asia Tenggara," tambahnya.

Namun dirinya tidak menutup kemungkinan bakal membangun pabrik di Indonesia.

"Tetapi kami masih mempelajari semuannya. Oleh sebab itu kami tidak akan menutup kemungkinan untuk membangun sebuah pabrik di Indonesia. Kami juga telah memperkirakan bahwa pengguna kendaraan di Indonesia akan mencapai 1,6 milliar ditahun 2030, dan kami ingin menjadi produk unggulan," tutupnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads