Hidrogen Pilihan Utama Pengganti BBM?

Hidrogen Pilihan Utama Pengganti BBM?

- detikOto
Selasa, 05 Apr 2011 12:07 WIB
Hidrogen Pilihan Utama Pengganti BBM?
London - Bahan bakar minyak saat ini cadangannya makin menipis. Selain itu, harga bahan bakar jenis ini pun cenderung terus meningkat dari hari ke hari. Untuk itu diperlukan bahan bakar alternatif lain selain BBM dan hidrogen dianggap merupakan jawabannya.

Dengan teknologi yang makin maju, hidrogen mampu menjadi alternatif BBM. Gas alam itu pun kini bisa diubah menjadi seperti cairan untuk disimpan dengan cara yang murah dan praktis.

Cella Energy dari laboratorium Rutherford Appleton di Inggris bahkan mengklaim sudah menemukan sebuah bahan yang dapat menyerap hidrogen. Material seperti spons dari serat nano buatan Cella Energy diklaim mampu menyerap gas hidrogen layaknya spons biasa menyerap cairan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serat nano yang diciptakan Cella Energy berbentuk berupa manik-manik yang lebih tipis dari rambut manusia. Benda inilah yang bertugas menangkap dan melepas hidrogen.

Dengan teknologi ini, hidrogen dimungkinkan disimpan dengan lebih mudah, cepat dan pada suhu yang lebih rendah dari sebelumnya. Cella Energy mengatakan dengan teknologi ini para pengguna kendaraan akan mampu mengkonversi mobil konvensional mereka untuk menggunakan bahan bakar bebas karbon dengan beberapa modifikasi.

"Apa yang kita telah lakukan adalah mengambil bahan-bahan dan membungkus mereka dalam plastik dan membuat mereka menjadi bubuk yang sangat halus dan yang meningkatkan sifat mereka. Hal ini juga berarti Anda dapat memompa hidrogen seperti cairan dan itu aman, tidak mudah terbakar," ungkap Kepala Bidang Sains Cella Energy, Stephen Bennington seperti detikOto kutip dari Daily Mail, Selasa (5/4/2011).

Hidrogen sendiri memang sejak lama dianggap sebagai bahan bakar masa depan. Sebab berbeda dengan BBM pada umumnya yang menghasilkan emisi gas karbon, hidrogen hanya menghasilkan air ketika dibakar dan dianggap sebagai solusi ideal untuk mengurangi emisi karbon dari kendaraan bensin atau diesel yang diperkirakan menyebabkan 25 persen dari semua produksi karbon dunia.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads