"Saya mewakili merek non Jepang, belum tentu bisa me-replace produk-produk Jepang di Indonesia, belum tentu bisa menggantikan," tegas Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D Sugiarto di Jakarta.
Jongkie menuturkan pihaknya sangat prihatin dengan yang dialami Jepang saat ini. "Bayangkan saja 10.000 orang di Jepang meninggal dunia dan 13.000 orang sampai hari ini belum ditemukan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi Daihatsu di tanah air menjamin stok komponen yang ada masih mencukupi hingga bulan April walaupun masih menunggu informasi untuk bulan Mei.
"Kami untuk bulan ini masih normal, begitu juga dengan bulan April. Karena kami menyetok komponen seminggu sekali, namun untuk bulan untuk bulan mei saat ini kami masih mencari informasi," kata Presdir PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR.
Toyota pun mengiyakan dengan pernyataan yang disuarakan Daihatsu. "Toyota memiliki tiga pabrik di Indonesia, sebenarnya situasi ini tidak akan berbeda," kata Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto.
"Memang di Jepang produksi berhenti hingga 26 Maret mendatang, walaupun untuk hari selanjutnya kami masih belum mendapatkan informasi. Namun spare part purna jual untuk Indonesia dari Jepang sudah beroperasi sejak 22 Maret lalu," tambah Joko.
Daihatsu pun mencoba mencari solusi untuk menutupi stok pada bulan April mendatang, dengan mencari komponen di negara ASEAN.
"Memang komponen kami ada beberapa dari jepang, namun kami juga menggunakan beberapa komponen yang berasal dari ASEAN. Dan kami akan mencari komponen yang sama di negara ASEAN, apabila Jepang belum bisa memenuhi kebutuhan produksi pada bulan April," kata Sudirman.
Sementara meski tidak merobohkan pabrik Isuzu yang berada di Tokyo, Jepang, Isuzu ikut menghentikan produksinya yang berada di Jepang.
"Head Office kami berada di Tokyo aman, begitu juga dengan pabrik kami yang berada di sana pun aman, namun masalahnya pabrik supplier kami lah yang terkena dampaknya," kata Yohannes Nangoi, wakil presiden direktur, Isuzu Astra Motor Indonesia.
Yohannes pun mengatakan ada 50 supplier Isuzu yang terkena dampak tsunami di Jepang.
"Memang untuk saat ini belum ada informasi yang jelas, oleh sebab itu saya belum bisa katakan ini belum dampak secara detail untuk Indonesia," katanya.
Yohannes pun mengatakan pabrik Isuzu di Jepang pun akan kembaliΒ berproduksi pada Senin 28 Maret.
"Namun untuk stok di Indonesia masih aman hingga bulan April mendatang, dan saat ini kami masih mencari data satu persatu untuk memastikan. Karena di Jepang sendiri masih memfokuskan kepada karyawan, pabrik, dan diler yang terkena dampak gempa dan tsunami disana," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge